'Monster Mengerikan' yang Terdampar di Pantai Meksiko Ternyata...

Setelah diinvestigasi, makhluk itu merupakan bagian dari tubuh hewan laut yang sering diburu manusia.

oleh Arie Mega Prastiwi diperbarui 13 Mar 2016, 13:34 WIB
Hewan laut sepanjang 4 meter itu ditemukan di Pantai Bonfil, Acapulco (Foto: Australscope/CEN).

Liputan6.com, Mexico City - Besar, tak berbentuk, berat, dan berjuntai abu-abu ditemukan terdampar di sebuah pantai di Meksiko. Penampakan yang mengerikan itu sontak membuat para turis dan warga sekitar kaget.

Beberapa orang mengatakan itu adalah bangkai paus, cumi-cumi raksasa, bahkan monster alien.

Namun, setelah diteliti oleh ahli mamalia laut, benda bergelambir berwarna abu-abu itu kemungkinan besar adalah sisa bagian dari kepala paus sperma.

Perwakilan dari Departemen Pemadam Kebakaran dan Perlindungan Warga di Acapulco menemukan obyek aneh itu di Pantai Bonfil. Panjangnya sekitar 4 meter. Makhluk mengerikan itu ditemukan pada 9 Maret pada pukul 16.00 waktu setempat.

 

Kendati makhluk itu dicurigai bagian dari makhluk laut Sabas de la Rosa Camacho, dari departemen itu mengatakan ia tak mencium bau bangkai.

"Tapi hasil investigasi menemukan obyek itu memiliki tulang di bawah gelambir tubuhnya," kata Camacho seperti dilansir News Discovery, Minggu (13/3/2016).

Namun, menurut James Mead, kurator dari Nasional Museum of Natural History, AS mengatakan obyek mengerikan tak dikenal itu kemungkinan adalah bagian dari kepala paus sperma.

"Pada paus sperma, bagian kepala yang berongga berada di bagian atas terbagi menjadi dua. Yang atas tempat organ, dan dibawah 'tempat sampah', di situ banyak jaringan ikat," kata Mead.

Mead menjelaskan bangkai yang ditemukan di pantai Meksiko itu merupakan 'sampah paus' dan bagian atas kepala.

"Sampahnya terpisah dengan tengkorak. Kalau melihat video yang beredar bisa dilihat tulang rawan dari tulang organ bernafasnya," tutup Mead.

Paus sperma merupakan mamalia laut terbesar dalam kelompok paus bergigi sekaligus hewan bergigi terbesar di dunia. 

Kepala paus sperma yang besar dan bentuk keseluruhannya yang berbeda, ditambah lagi kemunculannya dalam novel Moby Dick yang ditulis oleh Herman Mellville, membuatnya dikenal sebagai paus arketipe (archetype).

Paus sperma sering diburu karena di dalam kepalanya terdapat sejenis minyak yang disebut zat spermatic. Zat ini diburu untuk digunakan sebagal bahan parfum, salep, lilin, dan pelumas. 

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya