Marcus Rashford, Wonderkid Sesaat MU?

Rasanya baru kemarin nama Marcus Rashford dielu-elukan oleh penggemar Manchester United (MU).

oleh Adyaksa Vidi diperbarui 11 Mar 2016, 17:30 WIB
Rashford Berduel dengan pemain bertahan Watford (Reuters)

Liputan6.com, Manchester - Rasanya baru kemarin nama Marcus Rashford dielu-elukan oleh penggemar Manchester United (MU). Kiprahnya sebagai pemain yang bersinar saat menjalani laga debut melawan Midtjylland membuatnya menjadi harapan baru Setan Merah.

Ya di babak 32 besar Liga Europa melawan Midtjylland, Rashford yang diplot menggantikan Anthony Martial secara tiba-tiba langsung membayar kepercayaan Louis van Gaal. Ia mencetak dua gol dan membuat MU menang 5-1 sekaligus lolos ke babak 16 besar Liga Europa.

Baca Juga

  • 5 Gelandang Incaran Real Madrid Musim Depan
  • Terungkap, Pemain Arsenal Adakan Rapat Rahasia Tanpa Wenger
  • Bos Yamaha Komentari Isu Lorenzo ke Ducati

Pujian pun mengalir bagi pemain kelahiran Inggris tersebut. "Saya menempatkannya di posisi striker. Anda tidak pernah tahu apakah  pemain bisa mengatasi situasi dengan irama permainan tim. Namun dia melakukannya dengan baik," ucap Louis van Gaal ketika itu.

Marcus Rashford bermain bagus dalam dua laga perdana bersama Manchester United. (Reuters / Phil Noble)


Sontak pemberitaan MU pun mengarah pada Rashford. Mulai dari awal kariernya, gajinya di MU hingga kegiatannya di luar lapangan.

Rashford yang hanya dua hari berlatih setelah laga lawan Midtjylland pun kembali diturunkan dalam duel lawan Arsenal. Di laga itu, Rashford kembali menunjukkan ketajamannya dengan mencetak dua gol sehingga MU menang 3-2.

Mimik Marcus Rashford di lapangan. (Reuters)


Namun sensasi Rashford ternyata hanya sampai di situ. Saat melawan Watford, 3 Maret 2016, Rashford seolah sudah terbawa filosofi yang diterapkan van Gaal.

Alih-alih bergerak ke depan dan mencari ruang di kotak penalti, ia mulai mengikuti pola yang diterapkan van Gaal. Ia hanya bergerak menyisir lapangan, menahan bola, tanpa penetrasi ke dalam kotak penalti lawan, persis seperti yang dilakukan Martial.

Selebrasi Marcus Rashford (Reuters / Russell Cheyne Livepic)


Pada laga selanjutnya melawan WBA, filosofi sepak bola van Gaal terus merasuk ke permainan Rashford. Ia hanya berputar-putar mencari bola tanpa membuat satu peluang pun sehingga MU kalah 0-1, ironis memang.

Dan bukti terakhir ditunjukkan dalam laga lawan Liverpool dinihari tadi. Bermain sebagai penyerang sayap, Rashford seperti ketakutan memperlihatkan insting menyerangnya.

Aksi Marcus Rashford dalam laga lawan Arsenal. (Reuters)


Ia lebih sibuk memikirkan cara bertahan ketimbang berusaha mencari ruang ke depan. Sekali lagi arahan van Gaal mungkin membuat Rashford tak tampil lepas seperti dalam dua laga perdanananya.

Marcus Rashford merayakan gol ke gawang Arsenal. (Reuters/Jason Cairnduff)


Masih terlalu dini memang memberikan rapor bagi Rashford yang baru berusia 18 tahun. Namun jika van Gaal terus memberikan pengaruh untuk menerapkan sepak bola bertahan, maka bukan tak mungkin torehan gol Rashford berhenti di angka empat.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya