Pesan SBY ke Jokowi demi Kemajuan Aceh

Meski tak lagi berada di dalam Istana Negara, SBY tetap memberi perhatian terhadap roda pemerintahan.

oleh Putu Merta Surya Putra diperbarui 07 Feb 2016, 04:43 WIB
SBY (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY dikenal sebagai Presiden ke-6 RI. Sudah 1 tahun 3 bulan, SBY melengserkan kursinya kepada Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Meski tak lagi berada di dalam Istana Negara, SBY tetap memberi perhatian terhadap roda pemerintahan. Soal Aceh, misalnya. Ketua Umum Partai Demokrat ini tetap menaruh minat terhadap kemajuan provinsi berjuluk Serambi Mekah.

Pria yang pernah dianugerahi gelar Doktor Honoris Causa bidang Ilmu Hukum Perdamaian dari Universitas Syiah Kuala, lantaran berupaya mendamaikan konfik Aceh, memberikan pesan kepada Presiden Jokowi agar tetap menjaga Tanah Rencong tersebut.

 

"Presiden Jokowi juga harus memberikan dukungan di sana. Insya Allah, dengan tekad, serta dukungan baik dari pemuka agama, para tokoh adat, bisa mengubah masa depan Aceh lebih adil dan sejahtera," ucap SBY saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1437 Hijriah, bersama masyarakat dan anggota DPR asal Aceh, di aula serba guna Perumahan DPR RI, Kalibata, Jakarta Selatan, Sabtu malam 6 Februari 2016.

Dalam memajukan Tanah Rencong itu, SBY pun meminta agar meniru sifat Rasulullah SAW. Namun, pesan itu pun seakan menyiratkan Presiden Jokowi untuk mengajak semua pihak, dalam menjaga stabilitas politik.

"Beliau (Rasulullah SAW) sangat menjaga silaturahim, keseimbangan, selalu mengajak semuanya. Tak ada menendang, diajak bersama, sambil melakukan perubahan dan mengajak arah yang benar," ungkap SBY.

Bukan hanya itu, dalam kesempatan itu pula, SBY tidak lagi mengklaim bahwa perdamaian di Aceh bukan karena dirinya sendiri. Hal ini seakan membenarkan bahwa Jusuf Kalla alias JK yang pada saat itu menjadi wakilnya, ikut berperan.

"Siapa yang paling berjasa? Semua berjasa (dalam perdamaian Aceh). Tapi itu juga terwujud karena rida dan izin Allah," tutur SBY.

Bukan hanya Aceh. Demi mewujudkan kedamaian dan keharmonisan di seluruh wilayah Indonesia, SBY berpesan bahwa pemimpin harus bisa menjaga kesabarannya.

"Pemimpin harus sabar. Pemimpin jangan ikut menambah masalah," tutup SBY.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya