Nikmati Sensasi Menginjak Planet Mars dari Sudut 360 Derajat

Video ini pertama kali diunggah di laman Facebook milik Curiosity pada Minggu lalu, 31 Januari 2016.

oleh Jeko I. R. diperbarui 03 Feb 2016, 06:33 WIB
Video ini pertama kali diunggah di laman Facebook milik Curiosity pada Minggu lalu, 31 Januari 2016.

Liputan6.com, California - Bagi Anda yang penasaran bagaimana ingin melihat penampakan asli permukaan Planet Mars, kini Anda bisa menikmatinya secara 'langsung' lewat Facebook.

Pasalnya, CEO Facebook Mark Zuckerberg telah mengunggah sebuah video dengan fitur sudut pandang 306 derajat dan memperlihatkan permukaan Planet Merah dengan memanfaatkan teknologi Virtual Reality (VR).

Seperti dilansir Gadget 360, Rabu (3/2/2016), video yang juga direkam dari Curiosity--robot rover milik NASA--memperlihatkan kawasan Namib Dune serta kawasan berpasir Bagnold Dunes yang berada di area Mount Sharp.

Diungkap NASA, bukit pasir yang direkam robot tersebut menjulang dengan ketinggian 16 kaki.

Video ini pertama kali diunggah di laman Facebook milik Curiosity pada Minggu lalu, 31 Januari 2016. Berkat teknologi virtual reality, pengguna Facebook bisa menikmati sensasi video tersebut dan memutar-mutar pandangan dari sudut 360 derajat, sehingga membuat pengalaman menonton video menjadi lebih nyata.

Ketertarikan Facebook dengan teknologi virtual reality mulai terkuak sejak perusahaan tersebut mengakuisisi Oculus VR, perusahaan yang membesut perangkat headset Oculus Rift.

Sejak saat itu, Facebook memutuskan untuk bekerja sama dengan beberapa perusahaan untuk menghadirkan konten video virtual reality, seperti Netflix.

Bahkan, Facebook juga berencana mempekerjakan sejumlah engineers andal dari Microsoft. Tim baru itu diperkirakan tengah mengembangkan perangkat yang memungkinkan pengguna berbagi video 3D dan video virtual reality lewat akun mereka.

 

This is a neat 360 video from the surface of Mars. You can look around like you're actually on the planet.NASA...

Posted by Mark Zuckerberg on Sunday, January 31, 2016


Pada dasarnya ini adalah proyek pembuatan konten virtual reality yang dapat dengan mudah diakses secara massal, karena diyakini tidak ada yang ingin mengadopsi teknologi virtual reality jika kontennya sulit diperoleh.

(Jek/Isk)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya