Menperin Minta Jepang Bangun Industri Komponen Otomotif di RI

Menteri Perindustrian Saleh Husin menuturkan industri komponen domestik masih kurang sehingga perlu dukungan pihak prinsipal.

oleh Septian Deny diperbarui 02 Feb 2016, 11:00 WIB
Menteri Perindustrian Saleh Husin saat mengikuti rapat dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (26/11/2015). (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perindustrian Saleh Husin meminta Jepang untuk meningkatkan investasinya pada sektor industri komponen otomotif di Indonesia.

Langkah ini dilakukan untuk memperkuat struktur industri, menciptakan lapangan kerja dan akses teknologi bagi pelaku industri komponen domestik.

"Secara khusus, saya minta Jepang tidak tanggung-tanggung dalam berbisnis otomotif di Indonesia. Selain meneruskan aktivitas industri dan investasi, juga mesti membangun industri komponen. Jadi jangan hanya memanfaatkan pasar Indonesia bagi penjualan produk," ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (2/2/2016).

Pemerintah, lanjut Saleh, mengapresiasi para investor asal negeri sakura tersebut yang selama ini terus menjalin kerja sama dan menanamkan modal di Indonesia. Namun menurut Saleh kini saatnya Jepang tidak lagi hanya berinvestasi di industri perakitan, tetapi juga pada sektor komponen otomotif. 

Dia menjelaskan, saat ini populasi kelas menengah di Indonesia mencapai 80 juta-90 juta orang dari total penduduk yang sebesar 250 juta jiwa. Angka ini lebih besar dari total penduduk Thailand yang sekitar 60 juta jiwa.

"Tapi pabrik mobil Jepang lebih banyak di Thailand. Maka saya tak bosan-bosan selalu minta agar Jepang meningkatkan investasi dengan langkah konkret membangun pabrik-pabrik komponen di Indonesia. Pasar otomotif lebih besar di sini kok pabriknya di luar," kata dia.

Saleh mengungkapkan industri komponen domestik masih kurang sehingga berharap dukungan pihak prinsipal terhadap industri komponen ditingkatkan. Dia juga mengapresiasi Krakatau Nippon Steel, hasil patungan Krakatau Steel dengan perusahaan asal Jepang yang mengembangkan industri baja untuk kebutuhan otomotif.

Executive Management Astra International, FX Sri Martono mengatakan, pihaknya akan mempertemukan 15 industri kecil dan menengah (IKM) komponen Indonesia dengan pelaku industri otomotif Fukuoka.

"Interaksi intens ini, nantinya bermuara hingga pembentukan joint venture antara industri Jepang dengan IKM komponen kita," kata dia.

Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan, pihaknya optimistis industri kedua negara dapat mempererat kerja sama dan bersama-sama memperkuat struktur industri Indonesia.

"Kapasitas produksi pabrik-pabrik otomotif Jepang yang berlokasi di Indonesia mencapai 2 juta unit per tahun. Sekarang yang baru dimanfaatkan baru 1 juta sehingga ada idle capacity yang besar untuk kita manfaatkan," tandas Putu. (Dny/Ahm)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya