Potret Menembus Batas: Rapuhnya Rumah Kami

Bagi gajah-gajah liar yang mulai terancam punah ini, hidup di pinggiran hutan Way Kambas, tidak semewah di pedalaman hutan.

oleh Liputan6 diperbarui 25 Jan 2016, 02:00 WIB
Bagi gajah-gajah liar yang mulai terancam punah ini, hidup di pinggiran hutan Way Kambas, tidak semewah di pedalaman hutan.

Liputan6.com, Jakarta - Memasuki kawasan Taman Nasional Way Kambas seolah masuk ke sebuah wilayah kerajaan binatang. Beberapa satwa di sana terlihat seperti sedang menjaga pintu gerbang. Ada ular pohon yang siap menerkam, atau sepasukan babi hutan.

Selain itu, burung-burung seakan siap mengirim pesan kepada yang lain saat melihat ada yang melintas jalan masuk. Situasi ini membuat satwa-satwa yang menghuni kawasan pedalaman hutan menjadi tenang. Seperti badak Sumatera atau badak bercula dua.

Di hutan ini, ada pula satwa lain seperti harimau sumatera, gajah dan rusa. Mereka seolah memiliki tempat huniannya masing-masing.

Way Kambas adalah hutan hujan tropis. Hujan adalah saat-saat yang sangat membahagiakan bagi satwa-satwa yang tinggal di dalamnya.

Dari kejauhan terdengar suara gerombolan gajah meneriakkan tangisan. Sambil pontang-ponting menahan lapar menyusuri tanggul kanal, gerombolan gajah liar Way Kambas itu, tidak jadi dapat santapan dari kebun warga karena di usir.

Bagi gajah-gajah liar yang mulai terancam punah ini, hidup di pinggiran hutan Way Kambas tidak semewah di pedalaman hutan. Terkadang mereka harus berurusan dengan warga yang merasa kebunnya rusak. Atau kadang harus digiring masuk ke dalam lagi oleh gajah-gajah jantan yang ditunggangi Elephants Respone Unit (Petugas Penyelamat Gajah).

Menjaga kelangsungan satwa di Way Kambas tentu harus dimulai dari menjaga ketersediaan pakan. Suasana hutan hujan tropis Way Kambas sejatinya adalah suasana ideal bagi badak Sumatera.

Adalah Harapan, badak penghuni Kebun Binatang Cincinnati di Amerika yang asli keturunan badak Sumatera, Indonesia. Berambut adalah ciri badak ini. Badak ini lebih dikenal juga dengan nama badak asia bercula dua. Ia lahir di kebun binatang ini bersama kedua saudaranya yang lain, Suci dan Andalas. Saat ini, ada rencana Harapan dibawa pulang ke Indonesia bertemu kakaknya, Andalas.

Tentu Harapan harus melalui latihan perjalanan terlebih dahulu. Salah satunya masuk dalam kandang kayu sempit yang sesekali akan diperdengarkan suara gaduh layaknya dalam perjalanan. Latihannya dengan cara sesekali kandang itu diketuk dari luar. Selain itu, Harapan juga terus mengalami pengecekan kesehatan.

Harapan harus pulang ke tanah air Indonesia. 3 Betina yaitu Bina, Rosa dan Ratu telah menunggu. Kehadirannya akan menjadi harapan baru dalam upaya konservasi badak bercula dua.

Saksikan tayangan selengkapnya bagaimana kondisi hutan Way Kambas saat ini dalam Potret Menembus Batas SCTV, Senin (25 /1/2016), di bawah ini.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya