Pemasukan Google dari Android Terungkap di Sidang Melawan Oracle

Selama persidangan pekan lalu dalam gugatan antara Oracle dan Google, pengacara Oracle mengungkapkan nilai pemasukan Google dari Android.

oleh M Hidayat diperbarui 24 Jan 2016, 20:01 WIB
Ilustrasi Grafik Perkembangan, Penjualan, dan atau Pencapaian Perusahaan dan Bisnis. Kredit: Freepik

Liputan6.com, Jakarta - Sebagai sistem operasi mobile populer di dunia, Android tentu saja diadopsi oleh banyak orang. Berkat Android pula, telah terjadi banyak transaksi jual beli, misalnya di app purchase (pembelian aplikasi) dan in-app purchase (pembelian di dalam aplikasi).

Di awal 2016, Google diketahui meraup pemasukan tinggi dari Android. Hal ini terungkap oleh seorang pengacara Oracle, yang diwartakan Bloomberg, sebagaimana dikutip dari The Verge, Minggu (24/1/2016).

Selama persidangan pekan lalu dalam gugatan yang sedang berlangsung antara Oracle dan Google, sang pengacara mengungkapkan bahwa nilai pemasukan yang diraup Google berkat Android adalah US$ 31 juta, sedangkan nilai profit yang diraih mencapai US$ 22 juta.

Angka tersebut, menurut Google, bersifat rahasia dan seharusnya tidak terungkap secara terbuka, termasuk di persidangan.

Google kemudian meminta hakim untuk meninjau redaksi kalimat di tranksripsi itu dan menyegelnya karena pengacara Oracle mengungkapkan informasi dari dokumen yang Google tegaskan hanya untuk sang pengacara, bukan untuk diungkap ke publik.

"Google tidak secara terbuka mengalokasikan pendapatan atau keuntungan untuk Android secara terpisah dari bisnis umum Google. Data keuangan nonpublik sangat sensitif, dan pengungkapan ke publik bisa menimbulkan efek negatif yang signifikan pada bisnis Google," tulis pengacara Google dalam pengajuannya. 

Oracle sendiri tidak menjelaskan bagaimana mereka bisa mendapatkan angka itu. Tetapi jika memang benar Google telah meraih US$ 31 juta, artinya pemasukan yang Google telah terima dari Android lebih kecil dari pemasukan yang Apple peroleh dari penjualan iPhone di kuartal keempat 2015, dengan nilai pendapatan US$ 32,2 juta.

Gugatan Oracle yang diajukan pada 2010 menuduh Google menggunakan versi modifikasi dari Java--yang dimiliki oleh Oracle--untuk mengembangkan Android tanpa kompensasi kepada Oracle. Google memenangkan putusan awal, tetapi banding lanjutan membatalkan keputusan tersebut dan memutuskan memenangkan Oracle.

Kemudian tahun lalu Mahkamah Agung menolak untuk mendengar banding terbaru Google, sehingga putusannya tetap memenangkan Oracle.

Saat ini beredar spekulasi nilai ganti rugi yang Oracle akan terima dari Google, dan belum jelas apakah pencipta Android akan harus membayar lebih dari US$ 1 miliar.

(Why/Isk)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya