Sebagai Aksi Protes, Seniman Tempelkan Lego di Wajah

Seorang seniman dilarang membeli Lego dalam jumlah besar karena dianggap menyalahi pengunaan produk mereka.

oleh Alexander Lumbantobing diperbarui 15 Jan 2016, 17:30 WIB
Seorang seniman sempat dilarang membeli Lego dalam jumlah besar karena dianggap menyalahgunakan bagian-bagian Lego.

Liputan6.com, Beijing - Perusahaan Lego baru-baru ini menyatakan bahwa mereka tidak mau tahu dengan apa yang dilakukan oleh pembeli dengan produk plastik mereka. Pernyataan dilakukan setelah mendapatkan kecaman melalui media sosial.

Dikutip Shanghaiist.comJumat (15/01/2016), Lego sempat melarang seniman bernama Ai Weiwei memesan Lego dalam jumlah besar untuk dijadikan karya seni untuk dipamerkan.

Lego mengatakan bahwa pernyataan ini hanyalah penjelasan—bukan perubahan— kebijakan perusahaan yang menyatakan bahwa mereka tidak akan terlibat dalam penggunaan Lego dalam proyek ataupun konteks politik.

Pertikaian bermula pada Oktober 2015, ketika Ai Weiwei pesan Lego dalam jumlah besar untuk menciptakan karya seni untuk pameran berkaitan dengan kebebasan berpendapat di kota Melbourne, Australia.

Ai terkejut ketika perusahaan asal Denmark itu menolak pesanan dengan mengatakan bahwa mereka tidak mendukung penggunaan produknya untuk kepentingan politik.

Awalnya Ai memendam kegeramannya. Tapi ketika pemerintah Tiongkok mengumumkan pembangunan Legoland—suatu badan terpisah dari Lego Company—pada akhir Oktober lalu, Ai memutuskan untuk menyadarkan warga Tiongkok tentang pengalaman pahitnya dengan perusahaan Denmark itu.

Seniman Au Weiwei sempat ditolak membeli Lego karena dikira berpolitik. Sekarang dia boleh merasa lega. (Sumber Shanghaiist.com)

Insiden ini membuat jutaan penggemarnya memberikan dukungan kepada Ai dengan cara menyumbangkan alat permainan bongkah plastik kecil yang mereka miliki kepada seniman itu.

Melalui wawancara telepon dengan BBC, Ai yakin mengatakan, "setiap permainan mencerminkan visi sebuah perusahaan tentang masa depan, dan bagaimana kita mendorong anak-anak kita untuk memahami nilai-nilai penting dalam hidup."

Pada bulan Oktober, Ai mengkaitkan penolakan Lego dengan saham finansial perusahaan Denmark di Tiongkok yang merupakan pasar paling berkembang di negara tersebut.

Ketika Lego membuat pengumuman di awal 2016, Ai mengaku bahwa ia tidak bisa mengetahui dengan pasti alasan di balik penolakan mereka.

Menurut Ai, satu hal yang sudah pasti, "Keputusan itu akan membantu Lego mendorong kawula muda menggunakan kebebasan dalam berpendapat."

Setelah, Ai menyelesaikan proyeknya menggunakan Lego murahan buatan China, ia merayakan pengumuman Lego yang ia dapatkan dengan menempelkan balok-balok Lego di wajahnya.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya