2 Teman Ngopi Peragakan Detik-detik Jelang Mirna Kejang-kejang

Polisi melakukan prarekonstruksi kasus tewasnya Wayan Mirna Salihin usai meneguk kopi di Oliver Cafe, West Mall Grand Indonesia.

oleh Audrey Santoso diperbarui 11 Jan 2016, 12:18 WIB
Polisi melakukan prarekonstruksi kasus tewasnya Wayan Mirna Salihin usai meneguk kopi di Oliver Cafe, West Mall Grand Indonesia. (Audrey Santoso/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Tim Subdit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya melakukan prarekonstruksi atas kasus tewasnya Wayan Mirna Salihin (27) usai meneguk kopi di Oliver Cafe, West Mall Grand Indonesia Shopping Town. Dari hasil autopsi, polisi menemukan zat diduga racun sianida di lambung Mirna.

Pegawai restoran sebelah Oliver Cafe, Sinta (25), mengatakan polisi sudah berada di lokasi kejadian sekitar pukul 08.00 pagi, Senin (11/1/2016).

"Polisinya sih sudah banyak dari jam 8," kata Sinta kepada Liputan6.com di West Mall Grand Indonesia Shopping Town, Senin (11/1/2016).

Prarekonstruksi ini dipimpin Kasubdit Jatanras AKBP Herry Heriawan dan Kanit I Jatanras Kompol Gunardi. Pantauan Liputan6.com, 2 orang pelayan, masing-masing pria dan wanita, ikut dalam reka ulang adegan ini. Mereka memeragakan saat Mirna pertama kali datang ke kafe tersebut, yaitu tempat korban duduk di meja bagian pojok kiri kafe.

Selain itu, hadir juga 2 wanita yang menemani Mirna minum kopi sebelum akhirnya meninggal dunia. Masing-masing terlihat memperagakan sejumlah adegan di salah satu meja kafe tempat mereka kala itu minum kopi bareng Mirna.

Beberapa polisi berseragam Turn Back Crime terlihat memeriksa bagian dapur didampingi seorang pegawai kafe. Polisi pun hendak memeriksa CCTV yang terpasang di kafe yang menyorot ke arah meja Mirna. Namun, tampaknya sorotan CCTV terhalang oleh tanaman hias yang menggantung di atap kafe.

Proses prarekonstruksi di Grand Indonesia ini berlangsung tertutup. Wartawan dilarang mengambil gambar dan terlihat 4 satpam mal berjaga-jaga di lokasi. Pihak kafe pun membentangkan q-pole di sekeliling kafe sebagai batas wartawan mengambil gambar.**

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya