5 Langkah Praktis Cegah Plak Gigi

Ada sejumlah cara dan kebiasaan yang dapat dilakukan untuk mencegah penumpukan plak. Mudah, tapi harus dibiasakan.

oleh Alexander Lumbantobing diperbarui 31 Des 2015, 20:00 WIB
Foto penumpukan plak gigi. (Sumber meadfamilydental.com)

Liputan6.com, Atlanta - Pernahkah Anda mencoba menyentuh gigi-gigi depan dengan lidah dan merasakan ada selaput yang licin? Begitulah penumpukan bakteri di gigi, atau lebih sering disebut dengan plak. Jangan anggap remeh, karena kalau dibiarkan terlalu lama, plak dapat merusak gigi dan gusi.

Dikutip dari webMD pada Kamis (31/12/2015), ada sejumlah cara dan kebiasaan yang dapat dilakukan untuk mencegah penumpukan plak tersebut.

Berikut caranya:

1. Sikat gigi setiap hari

Sikat gigi sekali sehari sebenarnya cukup, tapi lebih baik lakukanlah dua kali sehari . Gunakan sikat gigi bersikat lunak dan pasta gigi yang mengandung fluorida.

Kata JoAnn R. Gurenlian, PhD, seorang profesor di departemen kesehatan gigi di Idaho State University, “Menyikat gigi dua kali sehari mencegah pembentukan plak dan melepas plak yang sudah mulai terbentuk dan menjadi matang."

Pastikan menjangkau semua bagian di dalam mulut, yaitu gigi, gusi, lidah, dan pipi bagian dalam.

2. Bersihkan sela-sela gigi

Flossing mungkin tidak terlalu menyenangkan, tapi pembersihan sela-sela gigi setiap hari dapat berdampak besar kepada kesehatan gigi kita.

Kalau kesulitan melakukannya, tanyakanlah kepada dokter gigi tentang sikat antargigi, floss, atau peralatan floss air atau angin.

3. Gunakan pembilas mulut

Perhatikan bedanya pembilas mulut (mouth rinse) dengan pencuci mulut (mouthwash).

“Pencuci mulut dipakai untuk menyegarkan nafas. Sementara itu, pembilas antiseptik untuk mulut sebenarnya membantu mengurangi kandungan bakteri pada plak,” kata Gurenlian.

Gunakan pembilas mulut untuk mencegah pembentukan plak selain sekedar menyikat dan flossing. Gurenlian menganjurkan mengkumur selama 30 detik, dua kali sehari.

4. Hindari makanan yang lengket atau bergula

Makanan paling susah terlepas dari gigi adalah makanan yang menempel ketika dikunyah. Misalnya kismis, batangan granola, atau permen lengket. Makanan bergula atau bertepung termasuk yang paling berbahaya bagi gigi.

“Jika gula tidak dibersihkan dari gigi segera sesudah makan, plak menggunakannya untuk menciptakan pembusukan gigi,” kata Gurenlian. Lebih cepat membersihkan makanan dari gigi, lebih kecil kemungkinannya kita mendapatkan gigi berlubang.

5. Pergi ke dokter gigi

Percayakan gigi kepada seseorang yang memang mengetahui gigi kita. Pergilah ke dokter gigi secara teratur sehingga bisa mengenali tanda-tanda penyakit. Kebanyakan orang hanya perlu ke dokter gigi sebanyak 2 kali dalam setahun.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya