Daging Termahal di Dunia, Awet Selama Puluhan Tahun

Daging sapi yang dijajakan oleh seorang tukang daging Prancis memiliki teknik khusus, sehingga bisa bertahan selama puluhan tahun. Caranya?

oleh Indy Keningar diperbarui 10 Des 2015, 15:30 WIB
Daging sapi yang dijajakan oleh seorang tukang daging Perancis memiliki teknik khusus sehingga bisa bertahan puluhan tahun.

Liputan6.com, Paris - Harga daging sapi yang melonjak sejak beberapa waktu lalu membuat masyarakat enggan makan daging. Namun, di belahan bumi lain ada orang-orang yang membeli daging sapi dengan harga puluhan juta rupiah.

Namun, apa yang menjadikan daging sapi yang dijual tukang daging asal Prancis, Alexander Polmard, memiliki harga selangit? Jawabannya, daging sapi mampu bertahan disimpan hingga puluhan tahun.

Polmard menawarkan daging sapi melalui proses 'hibernasi'. Ini merupakan proses khusus yang ditemukan bersama kakeknya pada tahun 90-an. Udara dingin ditiupkan pada daging pada kecepatan 120 km per jam dalam ruangan bersuhu -43 Celsius, sehingga daging bisa tahan 'selamanya'. Jika daging pada umumnya membusuk jika dibiarkan selama berhari-hari, daging Polmard dijamin segar selamanya.

Daging sapi Polmard awet untuk 'selamanya'. (foto: CNN)

Daging yang telah melalui proses khusus Polmard tentu tidak murah. Daging steak iga '2000 vintage cote de boeuf' dibanderol dengan harga US$ 3200 (Rp. 44,36 juta). Harga yang membuat kantung bolong ini bukan hanya upah proses hibernasi, tetapi juga harga dari membesarkan sapi jenis tertentu yang disebut ‘Blonde Aquitaine’.

Polmard dan keluarganya memiliki peternakan sapi di pinggir Kota Saint Mihiel di daerah Meuse, Lorraine, bagian timur laut Prancis.

"Keluarga saya tidak akan berpikir membesarkan hewan di kandang yang sempit hingga berdesakan yang tidak memiliki ruang untuk berjalan dengan bebas," ucap Polmard dikutip Oddity Central, Kamis, 10 November 2015.

"Jadi, sapi ternak kami berada di ruangan terbuka, tinggal di hutan dan ladang. Ada tempat berteduh yang mereka bisa hampiri ketika hujan atau salju. Tempat ini akomodatif untuk 5 binatang!"

Ia juga mengklaim mengajak bicara hewan ternaknya setiap hari, terjamin nyaman dan bebas stres hingga waktunya datang.

Polmard menjelaskan ketika seekor sapi stres akan menghasilkan glycogen dan lactic acid yang tinggi membuat daging mereka keras dan memiliki rasa kurang sedap. Karena itu, Polmard rela mengeluarkan biaya jutaan dolar untuk merawat sapi-sapinya. Dan hanya empat sapi yang disembelih setiap minggunya.

Sapi di peternakan Polmard dipelihara dengan perhatian khusus. (foto: CNN)

"Seluruh perhatian dan cinta yang kami berikan pada hewan akan sangat terasa dari piring, saat Anda mencicipinya," tuturnya. "Rasa daging ini sungguh unik."

Faktanya, jumlah daging yang diproduksinya sedikit, sehingga toko daging Polmard di daerah Germain des Pres, Paris, terlihat lebih seperti toko anggur kuno jika dibandingkan toko daging lainnya.

"Saya ingin menciptakan kembali dunia mewah anggur dan memadukannya dengan toko daging, menggoda orang-orang makan daging dengan menawarkan sesuatu yang luar biasa," ucapnya.

Sepertinya, pelanggan menghargai usahanya dalam memproduksi daging yang awet. Ada daftar panjang nama-nama orang yang sudah tertulis selama berbulan-bulan, mencicipi daging langka dan berumur.

Daging istimewa ditawarkan untuk para koki kelas dunia di restorang bintang lima. (foto: CNN)

Uniknya, sama halnya seperti anggur, tak hanya daging yang semakin 'mantap' seiring umur. Namun daging-daging itu memiliki rasa dan karakteristik yang berbeda-beda. Potongan yang paling eksklusif dan mahal dipersiapkan untuk para koki bintang Michelin, Polmard, turut menemui para kliennya itu untuk membuat mereka paham dengan nuansa dan detail dari setiap daging.

Salah satu restoran yang menyajikan daging unik ini adalah Caprice, di Hotel Four Seasons Hong Kong. ‘Polmard’s Rare Millesime Cote de Boeuf, Vintage 2000’ hadir dalam menu makan siang tujuh-rangkap di restoran tersebut dibanderol dengan harga HKD 5,500 (Rp 9,8 juta) per orang. Tertarik?**

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya