Sukses

Top 3 Islami: Lebih Utama Qurban Sapi Patungan atau Kambing Sendirian Menurut Gus Baha, Amalan Datangkan Rezeki dari Mbah Moen

Ulasan Gus Baha mengenai lebih utama mana, antara qurban sapi patungan dengan kambing sendirian menjadi artikel terpopuler di kanal Islami Liputan6.com

Liputan6.com, Jakarta - Beberapa tahun terakhir qurban patungan makin populer. Bahkan, ada pula yang sampai arisan qurban. Biasanya, hewan kurbannya adalah sapi.

Fenomena ini sangat baik ditinjau dari munculnya semangat untuk beramal sholeh secara berjemaah dan menunjukkan solidaritas di antara sesama muslim. Diketahui, seekor sapi bisa menjadi qurban untuk tujuh orang, sekeluarga maupun non-mahram.

Munculnya fenomena qurban patungan ini tak lantas mengurangi kelompok orang yang qurban dengan kambing. Kambing kurban makin banyak dipotong pada Idul Adha dan Tasyrik.

Terlepas dari itu, apabila boleh memilih, lebih utama mana antara qurban sapi patungan dengan kambing sendirian?

Ulasan Gus Baha tentang hal ini menjadi artikel terpopuler di kanal Islami Liputan6.com, Minggu (21/4/2024).

Artikel kedua yang juga populer adalah amalan Mbah Moen supaya bebas utang dan diberi kelancaran rezeki.

Sementara, artikel ketiga yaitu Gus Baha yang mengungkapkan pesan Rasulullah untuk umat akhir zaman menjelang kiamat.

Selengkapnya, mari simak Top 3 Islami

 

Simak Video Pilihan Ini:

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 4 halaman

1. Lebih Utama Mana, Qurban Sapi Patungan atau Kambing Sendirian? Ini Jawaban Gus Baha

Ibadah Qurban dilakukan pada Idul Adha dan hari Tasyrik 10-13 Dzulhijah. Apabila dihitung dari sekarang, maka kira-kira masih dua bulan lagi.

Meski relatif masih lama, masyarakat biasanya sudah sejak jauh-jauh hari mempersiapkannya. Misal, menentukan akan berqurban apa tahun ini; sapi, kambing, kerbau, atau hewan lainnya yang sesuai syariat.

Di Indonesia, ada dua hewan kurban yang paling populer, yakni kambing (domba) dan sapi. Lazimnya, sapi menjadi hewan kurban tujuh orang, baik satu keluarga maupun tidak.

Sapi dibeli dengan jalan patungan, terkecuali yang memang mampu membeli satu ekor sapi dan kemudian dihadiahkan kepada lainnya.

Seringkali, antara satu yang iuran (patungan)

Pertanyaannya kemudian, apabila boleh memilih, pilih qurban patungan sapi atau qurban sendirian seekor kambing? Lebih utama yang mana?

Soal ini, Rais Syuriyah PBNU, KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha menjelaskannya dengan tuntas.

Selengkapnya baca di sini

3 dari 4 halaman

2. Amalan dari Mbah Moen supaya Bebas Utang dan Diberi Kecukupan Rezeki, Baca Setelah Sholat Subuh dan Maghrib

Utang menjadi salah satu persoalan yang kerap dihadapi oleh masyarakat Indonesia. Kini masalah bertambah pelik seturut mudahnya berutang melalui jalur online, yang akhirnya membuat banyak orang terjerat utang alias pinjol.

Tak jadi masalah jika berutang dan mampu melunasinya tepat waktu. Akan tetapi ada yang utang namun sulit melunasinya, dan bahkan terjerat utang itu sendiri.

Apabila sudah kadung terjadi, maka kita mesti berupaya semaksimal mungkin untuk melunasinya. Selain dengan usaha, lebih baik diimbangi dengan doa.

Syaikhona KH Maimoen Zubair kerap membagikan ijazah amalan kepada santri-santrinya. Salah satunya adalah amalan terhindar atau bebas utang dan diberi kecukupan rezeki.

Ijazah amalan ini diberikan kepada salah satu santri Mbah Moen, KH Izzudin yang lantas membagikan untuk kita.

Wirid ini diamalkan setelah sholat Subuh dan sholat Maghrib.

Selengkapnya baca di sini

4 dari 4 halaman

3. Gus Baha Ungkap Wasiat Rasulullah untuk Umat Akhir Zaman Jelang Kiamat

Ulama kharismatik asal Rembang, KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau populer dengan sapaan Gus Baha menyampaikan pesan penting dari Rasulullah SAW tatkala kita memasuki zaman akhir yang telah dekat dengan datangnya hari kiamat.

Ulama cerdas yang merupakan murid kinasih Mbah Moen menyampaikan hal yang tentu saja sangat penting di ketahui umat Islam yang hidup di akhir zaman.

Sebagaimana kita ketahui, memasuki zaman akhir, banyak sekali kejadian-kejadian yang boleh jadi merupakan ujian bagi umat Islam, seperti merajalelanya fitnah, munculnya kerusuhan dan berbagai macam ujian lainnya.

Gus Baha wanti-wanti jika hal ini nantinya benar-benar terjadi. Di akhir zaman yang penuh huru hara, sebagaimana informasi Rasulullah SAW, beliau memakai istilah badai yang terjadi di zaman akhir.

Selengkapnya baca di sini

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.