Hiasan Kue Bikinan Pegawai Autisme Buat Netizen Terharu

Sang pemesan kue tak peduli dengan hiasan yang berantakan, ia hanya ingin berbuat baik.

oleh Alexander Lumbantobing diperbarui 03 Des 2015, 13:16 WIB
Tulisan selamat HUT di kue ini tampak kurang rapih, tapi pemesan kue sangat menghargainya. Kenapa?

Liputan6.com, Michigan - Seorang wanita terhenyak melihat tampilan kue ulang tahun yang dipesannya dari toko swalayan Meijer di kota Grand Rapids di Michigan, AS

Dikutip dari New York Daily News pada Kamis (03/12/2015), Lisa Sarber Aldrich pada awalnya agak kecewa dengan tulisan ‘Happy Birthday, Mandy’ di atas kue pesanannya, namun ia diam saja.

Sejurus kemudian, ia diberitahu bahwa dekorasi 'unik' itu dikerjakan oleh seorang pegawai yang menderita autisme.

Ia pun menulis pengalamannya Facebook.

"Setelah dilihat-lihat, aku jadi tertawa dan memeriksanya—tidak mengapa kalau terlihat jelek begitu—orang akan menganggapnya lucu," tulis Lisa.

Saat Lisa  membawa pesanannya ke kasir, ia  mendapatkan pandangan aneh dari manajer dan para pegawai toko. Sejumlah pegawai menawarkan kue pengganti, tapi wanita itu menolaknya.

“Seorang kasir memegang bahuku dan mengatakan, ‘pegawai wanita yang menuliskan itu memiliki autisme'", kata Lisa lagi.  

Kasir itu melanjutkan, “Terima kasih telah tersenyum dan berterima kasih kepadanya—walaupun ia tidak seharusnya menulis di atas kue, kamu mungkin telah membahagiakannya.”

Pengalaman Lisa pada Minggu lalu itu telah menyentuh banyak hati di internet dan telah disebarkan 105.000 kali. Pesan yang disampaikannyapun turut menyebar.

Kata seorang pemberi komentar, “Suatu pelajaran yang indah untuk semua! Terkadang aku bisa terlalu sibuk dengan diri sendiri dan kita lupa tentang kebutuhan (terucap ataupun tidak) orang lain.”

Lisa mengatakan ia mendapatkan lebih dari 100 pesan dari orang-orang yang memiliki orang kesayangan penderita autisme.

Keramahan sepertinya sudah langka. Mungkin kita harus lebih sering berbagi kisah-kisah keramahan.(Sumber New York Daily News)

Pada Rabu pagi lalu, Lisa masih menyantap kue itu untuk sarapan pagi dan meyakinkan orang bahwa ia bukan sekedar main-main. 

"Aku tidak pernah meminta ketenaran ini, aku hanya ingin orang untuk mencoba ramah satu sama lain." tuturnya.

Melihat begitu tersebarnya unggahan soal kue ini, ia menambahkan bahwa ia agak kecewa karena kebaikan sepertinya sudah langka.

"Mungkin kita harus lebih sering berbagi kisah-kisah kebaikan," tutup Lisa.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya