Jenazah Prajurit yang Tewas di Poso Dimakamkan di Takalar

Zainuddin yang saat itu ikut dalam operasi terlihat oleh kelompok Santoso dari ketinggian dan ditembak dari arah atas tempatnya berjaga.

oleh Dio Pratama diperbarui 30 Nov 2015, 10:25 WIB
Zainuddin yang saat itu ikut dalam operasi terlihat oleh kelompok tersebut dari ketinggian dan ditembak dari arah atas tempatnya berjaga.

Liputan6.com, Palu - Jenazah anggota Yonif 712/Raider Manado, Sulawesi Utara, Sersan Kepala Zainuddin yang tewas dalam operasi Camar Maleo IV di Poso, Sulawesi Tengah dimakamkan di kampung halamannya di Manuju, Mattompo Dalle, Polut, Takalar, Sulawesi Selatan, siang ini.

"Atas permintaan keluarga, almarhum diterbangkan ke kampung halamannya. Rencananya siang ini jenazah almarhum dikebumikan," ujar Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Tengah AKBP Hari Suprapto di Palu, Senin (30/11/2015).

Jenazah almarhum dievakuasi menggunakan helikopter milik TNI-AD ke lapangan Yonif 711/Raksatama pada Minggu, 29 November 2015. Jenazah langsung diangkut menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulteng.

 


 
"Di rumah sakit, almarhum sempat menjalani visum setelah itu langsung diberangkatkan lagi ke Makassar melalui Bandara Mutiara Sis Aljufri dengan menumpang pesawat komersil Citylink, Minggu pukul 20.30 Wita," imbuh Hari.

Zainuddin meninggal dunia setelah tertembus peluru yang diduga berasal dari kelompok teroris pimpinan Santoso saat melakukan penyergapan di Pegunungan Gayatri, Maranda, Poso Pesisir.

Zainuddin yang saat itu ikut dalam operasi terlihat oleh kelompok tersebut dari ketinggian. Ia ditembak dari arah atas tempatnya berjaga dan peluru berhasil mengenai punggung kanan bagian atas.

Korban langsung meregang nyawa dan tidak bisa diselamatkan lagi. Sementara itu, prajurit Yonif 712/Raider lainnya yang tergabung dalam Tim Bravo 15 melakukan penembakan balasan namun tidak membuahkan hasil. (Din/Mvi)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya