Pemerintah Cina Larang Salat Jumat di Urumqi

Seluruh masjid di kota Urumqi dilarang melaksanakan ibadah salat Jumat. Larangan ini diterbitkan beberapa hari setelah kekerasan etnis antara warga Muslim Uighur dan suku Han.

oleh Liputan6Diterbitkan 10 Juli 2009, 12:30 WIB
Liputan6.com, Urumqi: Pemerintah Cina melarang seluruh masjid di Kota Urumqi melaksanakan ibadah salat Jumat. Larangan ini diterbitkan beberapa hari setelah kekerasan etnis antara warga muslim Uighur dan suku Han. Hingga Jumat (10/7), kerusuhan tersebut telah menewaskan 156 orang.

Ribuan tentara masih menjaga ketat di setiap sudut Urumqi, Ibu Kota Provinsi Xinjiang, untuk mencegah terulangnya kerusuhan. Pemerintah Cina menegaskan telah memerintahkan hukuman tegas bagi mereka yang terlibat kekerasan. Seorang pejabat pemerintah yang enggan disebutkan namanya kepada AP menganjurkan agar masyarakat melakukan ibadah di rumah daripada berkumpul di masjid-masjid. Pejabat itu menambahkan larangan berkumpul di masjid-masjid diterbitkan demi terjaminnya keamanan publik.

Kerusuhan itu terjadi hari Minggu lalu saat warga suku Uighur menggelar unjuk rasa mengecam bentrokan antara suku Uighur dan Han beberapa pekan sebelumnya di sebuah pabrik mainan di Provinsi Guangdong [baca: Situasi di Urumqi Sudah Terkendali].(AND/BBC)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya