Minta Maaf ke Wartawan, Raffi Ahmad Akhirnya Tahu Diri

Raffi Ahmad mengakui peran wartawan dalam kariernya yang dibangun sejak 2001 lalu.

oleh Julian Edward diperbarui 04 Nov 2015, 17:30 WIB
Raffi Ahmad (tengah) memperlihatkan surat permohonan maaf di kantor Persatuan Wartawan Indonesia Pusat di Gedung Dewan Pers, Jakarta, (4/11/2015). Sebelumnya Raffi telah meminta maaf secara live dalam sebuah program acara. (Liputan6.com/Herman Zakaria)

Liputan6.com, Jakarta Raffi Ahmad meyampaikan permintaan maaf kehadapan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat di Jl. Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (4/11/2015). Dalam kesempatan itu, Raffi juga mengungkap besarnya peran media terhadap kariernya di pentas hiburan.

"Saya sangat menyadari dan pentingnya tugas wartawan. Saya bisa sampai saat ini dari tahun 2001 berkarier, saya sadari peranan besar teman-teman media dalam keadaan apapun itu," kata Raffi saat membacakan pernyataan maafnya.

Raffi Ahmad (tengah) saat mendengarkan keterangan pers dari perwakilan PWI di Gedung Dewan Pers, Jakarta, (4/11/2015). Sebelumnya Raffi telah meminta maaf secara live dalam sebuah program acara. (Liputan6.com/Herman Zakaria)

Tak hanya itu, Raffi juga mengungkit-ungkit hubungan baiknya dengan banyak jurnalis. Suami Nagita Slavina ini pun berharap, para juru warta memaafkan pernyataannya yang telah menyinggung perasaan.

"Saya nggak bermaksud mengecilkan teman-teman wartawan, silaturahmi saya juga selalu baik dengan teman-teman media," imbuh Raffi.

Raffi Ahmad mendatangi Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) didampingi artis senior Camelia Malik (kiri), Gedung Dewan Pers, Jakarta, (4/11/2015). Ucapan Raffi menyinggung profesi jurnalis saat syuting acara Happy Show. (Liputan6.com/Herman Zakaria)

Masalah Raffi dengan wartawan bermula dari ucapan Raffi saat syuting acara Happy Show di Trans TV pada Minggu (1/11/2015) malam. Kala itu, Raffi berlagak sebagai wartawan yang menenteng mesin tik. Di depan kamera, Raffi berbincang dengan Billy Syahputra.

Ada satu ucapan Raffi yang seolah-olah menganggap wartawan seperti pengemis yang selalu meminta-minta uang. "Kalau wartawan lagi ngeriung (kumpul), misalnya lagi ngejar berita, giniin saja (lempar) duitnya, wartawan kan, setiap orang kan mata duitan, giniin aja (sebar recehan)," kata Raffi Ahmad malam itu. (Jul/fei)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya