Wolves Gaet Doyle

Kevin Doyle menjadi pemain Reading termahal. Tim promosi, Wolverhampton Wanderers berani membeli Doyle dari The Royals dengan fee transfer sekitar 107 miliar.

oleh Liputan6 diperbarui 30 Jun 2009, 09:30 WIB
Striker Reading, Kevin Doyle saat beraksi di laga lawan Blackburn Rovers dalam lanjutan EPL di Madejski Stadium, Reading, 29 Maret 2008. AFP PHOTO/LEON NEAL
Liputan6.com, Wolverhampton: Keinginan Kevin Doyle untuk kembali mencicipi kompetisi Liga Premier terkabul. Tim promosi premiership di musim depan, Wolverhampton Wanderers, memboyong Doyle dari Reading dengan fee transfer sebesar 6,5 juta pound atau sekitar Rp 107 miliar. Rencananya, di Molineux Stadium, Doyle, 25 tahun, akan meneken kontrak kerja selama tiga tahun atau sampai musim panas 2012.

Jumlah fee sebesar itu membuat Doyle, striker Timnas Republik Irlandia, menjadi pemain The Royals—julukan Reading—termahal. Sebelumnya, rekor fee tertinggi bagi para pemain Reading dipegang Dave Kitson yang diboyong Stoke City di bursa transfer musim panas lalu dengan fee 5,5 juta pound.

Wolves—julukan Wolverhampton—cukup beruntung berhasil mendapatkan Doyle mengingat begitu banyaknya klub-klub Liga Premier yang berminat mengakuisisinya, seperti Sunderland, Bolton Wanderers, dan Fulham. Gelagat bakal berlabuhnya Doyle ke Molineux Stadium tampak saat ia melakukan pembicaraan dengan manajer Wolves, Mick McCarthy pekan lalu. Ketika itu, Doyle pun diajak melihat-lihat kompleks Molineux.

Reading tak dapat mencegah kepergian Doyle dari Madejski Stadium. Pasalnya, Wolves mampu memberikan tawaran yang memenuhi klausul hengkang dalam kontrak Doyle yang mencapai 6,5 juta pound. Meski bakal diperkenalkan sebagai pemain Wolves yang baru, Doyle belum dapat melakukan prosedur normal, yaitu menjalani tes medis, terkait kondisi fisiknya yang belum fit akibat cedera otot pada betisnya.

Di Wolves, Doyle bakal bereuni dengan sejumlah rekannya di timnas seperti penyerang Andy Keogh dan bek Kevin Foley. McCarthy, 50 tahun, sendiri sempat menjadi pelatih The Boys in Green—julukan Irlandia Utara—selama enam tahun di periode 1996-2002.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya