Aksi Beli Investor Asing Bikin IHSG Naik 19 Poin ke Level 4.605

Penguatan IHSG menjadi terbatas pada akhir perdagangan saham Rabu pekan ini dipengaruhi aksi ambil untung pemodal lokal.

oleh Agustina Melani diperbarui 21 Okt 2015, 16:17 WIB
Sejumlah orang mengamati Papan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis, (30/7/2015). Setelah terus melemah, IHSG akhirnya menguat 29,82 poin atau 0,61 persen) ke level 4.750,31. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu bertahan di zona hijau pada perdagangan saham Rabu pekan ini. Akan tetapi, penguatannya terbatas pada akhir perdagangan saham.

Pada penutupan perdagangan saham, Rabu (21/10/2015), IHSG naik 19,40 poin atau 0,42 persen ke level 4.605,22. Indeks saham LQ45 menguat 0,62 persen ke level 793,78.

Sebagian besar indeks saham menghijau kecuali indeks saham DBX turun 0,17 persen ke level 675,28.Ada sebanyak 159 saham menghijau sehingga mengangkat IHSG. Sedangkan 122 saham melemah, dan menahan penguatan IHSG.

Akan tetapi, 86 saham lainnya diam di tempat.Total frekuensi perdagangan saham sekitar 243.021 kali dengan volume perdagangan saham sekitar 5,39 miliar saham. Nilai transaksi harian saham sekitar Rp 4,76 triliun.Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menghijau kecuali sektor saham tambang turun 0,54 persen dan sektor saham aneka industri susut 0,23 persen.

Sementara itu, sektor saham industri dasar naik 2,89 persen, dan memimpin penguatan sektor saham pada hari ini. Lalu sektor saham perkebunan menguat 1,94 persen dan sektor saham manufaktur menanjak 0,71 persen.

Penguatan IHSG ini juga ditopang dari aksi beli investor asing. Total aksi beli investor asing mencapai Rp 400 miliar. Pemodal lokal melakukan aksi jual sekitar Rp 400 miliar.Saham-saham yang menguat dan sebagai penggerak indeks saham pada hari ini antara lain saham LSIP naik 9,56 persen ke level Rp 1.490 per saham, disusul sektor saham SMGR mendaki 6,38 persen ke level Rp 11.250 per saham, dan saham AALI menguat 5,84 persen ke level Rp 20.400 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham ITMG turun 3,03 persen ke level Rp 9.600 per saham, saham ADRO melemah 2,99 persen ke level Rp 650 per saham, dan saham MIKA susut 2,02 persen ke level Rp 2.910 per saham.Nilai tukar rupiah pada hari ini bergerak di kisaran Rp 13.713 per dolar Amerika Serikat (AS).

Bursa saham Asia cenderung positif. Indeks saham Jepang Nikkei naik 1,19 persen ke level 18.554 dan indeks saham Singapura menguat 0,23 persen ke level 3.026.

Kepala Riset PT Universal Broker Securities, Satrio Utomo menuturkan, ada sejumlah sinyal negatif pada perdagangan sore sehingga membuat penguatan IHSG terbatas. Indeks saham Shanghai turun 3 persen, ditambah nilai tukar rupiah berada di kisaran 13.700. Hal itu membuat pelaku pasar terutama pemodal lokal melakukan aksi ambil untung.

"Saham-saham berkapitalisasi besar pun menurun dan alami tekanan jual seperti saham PT Adaro Energy Tbk dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk," kata Satrio saat dihubungi Liputan6.com.

Satrio menuturkan, perdagangan saham dapat bergerak positif didukung dari aksi beli investor asing pada hari ini cukup besar. (Ahm/Igw)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya