Pengembangan PLTN di RI Masih Sebatas Diskusi di Atas Meja

Seharusnya pengembangan energi nuklir dilihat dari berbagai sisi, sehingga tidak perlu dikhawatirkan tentang dampaknya.

oleh Pebrianto Eko Wicaksono diperbarui 09 Okt 2015, 18:45 WIB
Energi nuklir dapat menjadi bahan pembangkit listrik dan merupakan alternatif bahan bakar yang dapat memperbaiki lingkungan.

Liputan6.com, Jakarta - Sudah sejak lama Indonesia mewacanakan pengembangan energi tenaga nuklir. Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan saat ini pengembangan energi nuklir di Indonesia ini masih pembahasn di atas meja.

Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan Konservasi Energi (EBTKE)Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan, seharusnya pengembangan energi nuklir dilihat dari berbagai sisi, sehingga tidak perlu dikhawatirkan tentang dampaknya.

"Nuklir itu untuk Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang baru kita upayakan di sektor itu dengan melihat keberhasilan dan kegagalan di luar negeri, lihat statistik PLTN di dunia teknologi pengamanannya dan seterusnya," kata Rida, di Kantor Direktorat Jenderal EBTKE, Jakarta, Jumat (9/10/2015).

Menurut Rida, saat ini pengembangan nuklir di Indonesia masih sebatas diskusi. Instansinya telah mengumpulkan mengenai dampak positif dan negatif pengembangan energi ini. ORang Indonesia, lanjut Rida, seolah tabu jika membicarakan mengenai PLTN.

"Maksud kami PLTN itu ditaruh di atas meja, tidak demikian belum apa-apa orang tabu. Menurut saya itu data-data yang ada Jerman nutup , Jepang nutup, di sisi lain China bangun 10 biji," tuturnya.

Rida mengungkapkan, saat ini Indonesia sebenarnya sudah menggunakan nuklir, di antaranya digunakan untuk kesehatan dan pertanian. Rida mengatakan, tak ada bedanya jika komponen nuklir tersebut digunakan untuk membangun PLTN.

"Apa yang dlakukan oleh kita berupaya meletakan PLTN sebagai sesuatu yang tidak lagi yang tabu diperbincangkan teman-teman tidak tabu dengan nukir di kesehatan sudah pakai, di pertanian sudah pakai, sama untuk di PLTN. Cuma peruntukannya beda kalau, terpapar sama bahayanya," pungkasnya. (Pew/Zul)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya