Jokowi Masih Buram Soal Angka PHK, Ini Kata Menteri Hanif

Hanif Dhakiri keukeh dengan data yang dirilisnya bahwa sebanyak 43.085 pekerja telah terkena PHK hingga September 2015.

oleh Fiki Ariyanti diperbarui 07 Okt 2015, 08:20 WIB
Menteri Ketenagakerjaan, M. Hanif Dhakiri punya 3 jurus dan strategi dalam menghadapi pemberlakuan era MEA 2015.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih meragukan angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) mengingat Menteri Perindustrian dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) belum mengantongi laporan pasti jumlah karyawan yang dirumahkan akibat perusahaan gulung tikar.

Mendengar pernyataan Jokowi, Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri keukeh dengan data yang dirilisnya bahwa sebanyak 43.085 pekerja telah terkena PHK hingga September 2015.

"Kalau di kita angkanya (PHK) tetap yang diluncurkan Kemenaker 43 ribu pekerja. Selama ini memang referensi data PHK dari mana?," ujar dia di kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, ditulis Rabu (7/10/2015).

Terpisah, Deputi Menko Perekonomian Bidang Industri dan Perdagangan Edy Putra Irawady mengatakan, pertumbuhan industri kecil dan menengah saat ini tercatat negatif sepanjang semester I 2015.

"Gejala industri, terutama di sektor kecil dan menengah, banyak yang tumbuh negatif selama semester I ini. Contohnya industri pakaian jadi, tekstil, kertas, alas kaki, kimia, plastik dan karet," terang dia.

Sementara penyerapan tenaga kerja, diakui Edy, mengalami penurunan sampai 56 persen akibat perlambatan investasi sepanjang Januari-Juni 2015.

"Itu karena perlambatan ekonomi, perubahan struktur korporasi, dan pelemahan daya saing industri. Jadi mau tidak mau, mereka melakukan rasionalisasi (pengurangan) karyawan. Itu wajar," pungkas Edy. (Fik/Zul)

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya