Pria Botak 'Tidak Laku' di Negara Ini

Jika Anda pria berkepala botak, sepertinya Anda sulit beruntung mencari cinta di Singapura.

oleh Indy Keningar diperbarui 01 Okt 2015, 20:30 WIB
Jika Anda pria berkepala botak, sepertinya Anda sulit beruntung mencari cinta di Singapura.

Liputan6.com, Singapura - Dalam mencari pasangan, setiap individu memiliki pilihannya sendiri-- contohnya, ada laki-laki yang lebih menyukai wanita yang senang berdandan, dan ada yang menyukai wanita yang tampil apa adanya. Ada wanita yang lebih menyukai pria bertubuh tinggi, ada juga yang lebih menyukai pria bertubuh sedang.

Namun, pola preferensi ini menghasilkan satu karakteristik yang menjadikan seseorang 'tidak laku'. Hasil ini terlihat dalam survei yang dilakukan oleh Paktor, aplikasi kencan di Singapura, yang melibatkan 2.845 partisipan antara usia 18-50 tahun.

Hasil survey menunjukkan kaum wanita Singapura tidak suka pria berkepala botak-- sedangkan pria ataupun wanita pada umumnya tidak ingin menjalin hubungan dengan yang mereka yang sudah bercerai.

Menurut laporan 2 dari 3 wanita menganggap pria botak tidak menarik. Sementara 2 dari 3 pria tidak ingin menjalin hubungan dengan wanita materialistis,dikutip dari Mashable.

2 dari 3 pria mengaku keberatan dengan wanita matre, sedangkan 2 dari 3 wanita keberatan dengan pria berkepala botak. (foto: Mashable.)

Selain itu, sebagian besar pengguna mengaku tidak memiliki masalh untuk menjalin hubungan dengan orang yang beda warga negara, sementara lebih dari setengahnya tidak mau menjalin hubungan dengan pasangan yang sudah memiliki anak dari hubungan sebelumnya.

Hasil survey mulai menunjukkan kejanggalan, ketika sebagian besar pria (92,5%) mengaku tidak keberatan dengan pasangan yang memiliki penghasilan lebih besar, sedangkan hanya 48 persen dari kaum wanita mengaku tidak keberatan dengan pasangan dengan penghasilan lebih kecil.

Masalahnya, wanita dengan harapan terlalu tinggi dan wanita materialistis merupakan karakteristik pertama dan kedua yang paling tidak disukai pria, agak sulit dipikirkan pemecahannya jika seperti hasilnya seperti itu.

Aplikasi Paktor, yang diluncurkan tahun 2013 lalu kini dengan cepat mengumpulkan 5 juta pengguna. Pengguna terbanyak berasal dari Asia Tenggara. (Ikr/Rcy)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya