DPR: Pertama dalam Sejarah, Industri Rokok Alami Kontraksi

Ada beberapa penyebab, di antaranya pelemahan ekonomi yang berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat.

oleh Achmad Dwi AfriyadiDiterbitkan 22 September 2015, 17:10 WIB
Ketakutan petani tembakau akan produksi daun tembakau yang bakal menurun tidak terbukti.

Liputan6.com, Jakarta - Anggota Komisi XI DPR Misbakhun mengungkapkan industri hasil tembakau (IHT) untuk pertama kalinya akan mengalami guncangan. Padahal selama ini, industri rokok dinilai merupakan industri paling tahan terhadap krisis.

"Industri rokok IHT adalah industri paling tahan terhadap krisis. Ini pertama kali di dalam sejarah IHT mengalami kontraksi di 2015 laporan penjualan Mei-Juli mereka turun," kata dia di Jakarta, Selasa (22/9/2015).

Ada beberapa penyebab, di antaranya pelemahan ekonomi yang berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat.

Selain itu dia mnambahkan alasan lain adalah beban yang berat dari cukai. Apalagi, pemerintah berencana menaikan tarif cukai sebanyak 23 persen. Menurutnya, peningkatan target cukai tahun 2016 akan menghantam IHT.

"Yang dicapai 2015 ada unsur ijon bukan setahun. Kalau ini 14 bulan bagaimana mungkin 14 bulan dijadikan basis asumsi untuk mencapai target penerimaan cukai target tembakau 2016," jelasnya.

Dengan kenaikan tersebut, dia bilang kosekuensi logisnya ialah pemutusan hubungan kerja (PHK). Selain itu, IHKT juga akan memangkas produksi rokok.

"Kurangi produksi mau tak mau penerimaan negara dari cukai turun," tuturnya.

Pihaknya pun menyayangkan sikap pemerintah dalam rencana menaikan cukai. Harusnya ditengah perekonomian yang melambat pemerintah memberikan insentif terhadap industri.

"Yang kita sampaikan bisa menjadi alasan rasional pemerintah di saat situasi ekonomi tidak bagus, pemerintah harusnya membuat relaksasi terhadap urusan pajak," tandas dia. (Amd/Zul).

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya