Nasyid Senada Bhayangkara: Cegah Konflik Lewat Siar Islam

Mereka yang menamakan diri kelompok Nasyid Senada Bhayangkara ini rela keliling antar kampung, untuk siar Islam lewat tembang reliji.

oleh Yuliardi Hardjo PutroDiterbitkan 20 September 2015, 06:35 WIB
Kelompok Nasyid Senada Bhayangkara saat pementasan acara Ombudsman Republik Indonesia di Bengkulu, Sabtu (19/9/2015). (Liputan6.com/Yuliardi Hardjo Putro))

Liputan6.com, Bengkulu - Banyak cara Kepolisian melakukan pendekatan dengan masyarakat untuk mencegah konflik di masyarakat. Seperti yang dilakukan 18 anggota Kepolisian Resort Rejang Lebong Bengkulu yang memilih cara unik, yakni melalui siar Islam lewat musik nasyid.

Mereka yang menamakan diri kelompok Nasyid Senada Bhayangkara ini rela keliling antar kampung, untuk melakukan siar Islam melalui nada-nada bernafas Islami. Tujuannya tak lain untuk meredam bibit-bibit konflik yang kerap terjadi di wilayah Kabupaten Rejang Lebong.

Koordinator kelompok Nasyid Senada Bhayangkara AKP Istiqlal MZ mengatakan, kelompok nasyid polisi ini dibentuk atas inisiatif para anggota yang terdiri dari 8 Polwan dan 9 Polki.

"Image polisi itu sangar, seram, dan menakutkan bagi orang kampung. Kami ingin ubah melalui pendekatan nasyid," ujar Istiqlal di sela-sela pementasan budaya anti-korupsi di Bengkulu, Sabtu (19/9/2015).

Dalam pementasan yang diadakan Ombudsman Republik Indonesia itu, kelompok nasyid yang selalu menganakan seragam dinas Kepolisian ini menampilkan 4 tembang berjudul Assalamualaiq, Ya Rabbi Sahli, Sholatun Mubin dan Turi Putih atau Tuntunan Hidup.

Kepala Ombudman perwakilan Bengkulu Herdi Puryanto mengaku sengaja menggandeng kelompok nasyid dari Kepolisian ini, untuk memancing respons masyarakat terkait pelayanan publik.

"Kepolisian adalah lembaga publik dan Ombudsman merupakan lembaga mitra pelayanan publik, dan juga harus diawasi oleh masyarakat," tegas Herdi. (Rmn/Nda)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya