NASA Tunda Misi Bawa Manusia ke Mars

Tertundanya misi penerbangan NASA dengan awak ke Mars disebabkan desain yang masih harus berubah, serta dana.

oleh Agustinus Mario Damar diperbarui 19 Sep 2015, 07:33 WIB
NASA kembangkan material tak mudah rusak (sumber : discovery.com)

Liputan6.com, Jakarta - NASA dipastikan menunda misi penerbangan mereka ke Mars menggunakan Orion, pesawat luar angkasa yang khusus dirancang untuk membawa astronot ke Mars.

Misi yang diberi kode nama 'EM-2' ini awalnya direncanakan akan siap pada Agustus 2021. Namun, pasca penelitian lebih lanjut, misi ini diprediksi baru dapat benar-benar terlaksana pada April 2023 mendatang.

Menurut yang dilaporkan laman The Verge, Sabtu (19/9/2015), alasan penundaan misi ini disebabkan oleh desain pesawat yang masih bermasalah. Selain itu, kendala juga terjadi di sektor pendanaan yang molor.

Bill Gerstenmaier, Associate Administrator for Human Exploration di NASA, mengatakan bahwa terdapat beberapa perubahan yang harus dilakukan pada desain pesawat. Salah satunya adalah dengan mengurangi panel kerucut di bagian depan pesawat untuk mengurangi beban.

Sementara untuk urusan finansial, sejumlah pendanaan yang diharapkan berasal dari pihak pemerintah Amerika Serikat juga belum jelas kapan waktu ketersediaannya. Berdasarkan data yang dirilis NASA, proyek yang akan berjalan dari Oktober 2015 hingga April 2023 ini diprediksi membutuhkan dana mencapai US$ 6,77 miliar.

Tidak sedikit yang kecewa dengan penundaan misi ini. Salah satunya adalah Administrator NASA, Charles Boden, yang menganggap para anggota Kongres Amerika Serikat tidak mendukung rencana NASA untuk mengirimkan pesawat luar angkasa berawak pertama ke Mars.

Pesawat luar angkasa Orion sendiri sebelumnya telah melakukan uji coba penerbangan tanpa awak ke Mars pada Desember 2014 lalu dengan sukses. Selain ingin mendaratkan Orion di Mars, NASA juga berharap agar Orion dapat menyambangi Space Launch System (SLS), sebuah stasiun luar angkasa raksasa yang saat ini sedang dibangun untuk melintasi orbit bumi.

(dam/dhi)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya