Jokowi Ajak Pengusaha Arab Investasi Infrastruktur di RI

Kesepakatan ini menunjukkan keseriusan kedua negara untuk meningkatkan perdagangan dan investasi

oleh Luqman Rimadi diperbarui 13 Sep 2015, 14:29 WIB
Presiden Jokowi (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta Arab Saudi menjadi negara di Kawasan Teluk yang pertama kali dikunjungi Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejak menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Di Arab dalam pertemuan dengan para pebisnis, Jokowi memaparkan Indonesia tengah gencar membangun infrastruktur.

Mengenai pemilihan Arab Saudi sebagai negara pertama yang disinggahi, menurut Presiden ke 7 RI itu karena secara sosial dan budaya Arab Saudi memiliki kedekatan sejak lama dengan Indonesia.

"Sehingga ini diyakini akan dapat meningkatkan hubungan ekonomi kedua negara. ‎Dan Indonesia saat ini berkonsentrasi pada pembangunan infrastruktur," ucap Presiden pada Indonesia - Saudi Arabia Business and Investment Forum di Hotel Crowne Plaza Jeddah, Sabtu (12/9/2015) waktu Arab Saudi.

Dalam pertemuan yang dihadiri para pengusaha kedua negara yang tergabung dalam Kamar Dagang Industri, Presiden Jokowi melalui Tim Komunikasi Presiden menjelaskan, pemerintah Indonesia akan membangun banyak proyek infrastruktur. Di antaranya pelabuhan, bandar udara, jalan tol, jalan antar provinsi, bendungan, dan pembangkit listrik 35.000 MW, serta pengembangan transportasi massal di 23 kota besar.

"Tentu anggaran belanja negara kita tidak cukup untuk membangun ini semua, karena itu, kita undang investor, terutama dari saudara kami, Arab Saudi," ucap Presiden.

Pada sambutannya, Presiden mengatakan bahwa dalam pertemuan dirinya dengan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz sepakat untuk meningkatkan kerjasama di bidang ekonomi, investasi dan perdagangan.

"Kesepakatan tadi akan ditindaklanjuti oleh menteri dari Pemerintah Indonesia dan menteri dari Pemerintah Kerajaaan Arab Saudi," kata Presiden.

Kesepakatan ini menunjukkan keseriusan kedua negara untuk meningkatkan perdagangan dan investasi. "Komunikasi akan terus dilakukan untuk mengimplementasikan semua yang telah disepakati," ucap Jokowi.

Presiden menggarisbawahi bahwa Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia yang memiliki jumlah penduduk sebanyak 250 juta jiwa dan memiliki lebih dari 17.000 pulau. "Ini adalah sebuah potensi investasi," pungkas Jokowi. (Luq/Zul)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya