Paket Kebijakan Jokowi Belum Mampu Angkat IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih sulit kembali ke zona hijau.

oleh Achmad Dwi Afriyadi diperbarui 11 Sep 2015, 06:26 WIB
(Foto: Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih sulit kembali ke zona hijau. Rupanya, paket kebijakan ekonomi belum berdampak signifikan pada perdagangan pasar modal.

Analis LBP Enterprise Lucky Bayu Purnomo mengatakan, hal tersebut terlihat dari gerak perdagangan saham kemarin yang tidak merespons kebijakan itu. Alhasil, perdagangan saham kali ini pun masih minim sentimen positif.

"Sentimennya kalau dilihat perjalanan indeks sehari tidak memberikan apresiasi pemerintah dalam  memberikan kebijakan," kata dia saat berbincang dengan Liputan6.com, Jakarta, Jumat (10/9/2015).

Hal itu ditambah dengan semakin dekatnya rencana Bank Sentral Amerika Serikat (AS) terkait keputusannya menaikan suku bunga acuan. Kondisi tersebut membuat pasar saham semakin spekulatif.

"Itu membuat pelaku pasar melakukan spekulasi. Ke depan melihat akhir pekan keputusan pelaku pasar cukup besar," tambahnya.

Selain itu, Lucky bilang pelaku pasar memperhitungkan nilai tukar rupiah terhadap dolar yang semakin jatuh. Dia mengatakan, pada perdagangan saham hari ini diperkirakan IHSG berada pada level support 4.295 dan resistance 4.375.

Riset PT Sinarmas Sekuritas memperkirakan indeks saham bergerak variatif pada perdagangan saham Jumat. IHSG akan berada pada level support 4.308 sedangkan resistance 4.361.

Penggerak indeks saham berasal dari sentimen regional. Di mana, AS akan merilis data pengangguran dan diperkirakan turun.
 
"Dari AS akan merilis data initial jobless claims  yang diperkirakan ke 281 ribu dibandingkan sebelumnya di 282 ribu," tulis riset tersebut.

Lucky merekomendasikan beli untuk saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Kemudian jual saham PT Tambang Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Perusahan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG).

Sinarmas Sekuritas merekomendasikan beli saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), PT Matahari Departement Store Tbk (LPFF) dan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA).

Pada penutupan perdagangan saham kemarin, IHSG melemah tipis 4,01 poin (0,09 persen) ke level 4.343,26. Indeks saham LQ45 turut melemah 0,10 persen ke level 731,49. Investor asing melakukan aksi jual sebanyak Rp 100 miliar. (Amd/Ndw)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya