REVIEW Manga Yu Yu Hakusho, Pertarungan Supranatural Para Siluman

Jika menelusuri jauh ke belakang, pada tahun 1990 hingga 1994 terdapat satu mahakarya Yoshihiro Togashi bertajuk Yu Yu Hakusho.

oleh Ruly Riantrisnanto diperbarui 11 Sep 2015, 06:00 WIB
Anime dari manga karya Yoshihiro Togashi, Yu Yu Hakusho. (Pierrot/Shueisha)

Liputan6.com, Jakarta Tema supranatural dan aksi kerap dipakai di beberapa kisah manga. Namun jika menelusuri jauh ke belakang, pada tahun 1990 hingga 1994 terdapat satu buah mahakarya Yoshihiro Togashi bertajuk Yu Yu Hakusho.

Memiliki jumlah 19 volume, manga ini sukses meraup pendapatan sebanyak 50 juta kopi di Jepang. Bahkan, serinya sempat meraih penghargaan Shogakukan Manga Award untuk kategori shonen manga pada tahun 1993.

Pada pertengahan tahun 2000, manga Yu Yu Hakusho sempat diterbitkan oleh Elex Media Komputindo dengan terjemahan yang mudah dicerna. Versi anime yang mengudara di Jepang sebanyak 112 episode pada 1992-1995 ini pun sempat tiba di salah satu TV swasta Indonesia.

Anime dari manga karya Yoshihiro Togashi, Yu Yu Hakusho. (Pierrot/Shueisha)

Manga ini berkisah tentang seorang anak laki-laki nakal bernama Yusuke Urameshi yang mengalami kecelakaan di usia yang ke-14. Meskipun sudah dianggap meninggal, namun ia mendapat kompensasi dari perwakilan alam baka untuk bisa hidup lagi.

Syaratnya adalah dengan menunaikan perintah sang penguasa akhirat yang bisa diselesaikannya. Tak sampai di situ. Setelah misi-misinya berhasil, ia pun melangkah ke jenjang yang lebih sulit, yaitu menghadapi berbagai siluman dengan kekuatan super dan kemampuan beladiri yang dipelajarinya dari seorang guru bernama Genkai.

Anime dari manga karya Yoshihiro Togashi, Yu Yu Hakusho. (Pierrot/Shueisha)

Seiring berjalannya waktu, Yusuke berpartner dengan saingannya di sekolah, yaitu Kazuma Kuwabara. Bahkan, ia juga berkawan dengan Hiei dan Kurama, dua siluman yang sempat menjadi musuhnya. Mereka berempat mengalami berbagai pertempuran hingga klimaksnya betempat di alam baka.

Plot dalam kisah Yu Yu Hakusho memang berkembang secara vertikal layaknya Dragon Ball, namun di sini kita lebih bisa melihat karakter yang membumi dengan kemampuan beladiri ala kadarnya. Di awal kisah, kita melihat Yusuke menjalani misi untuk menyelamatkan orang-orang atau arwah tertentu.

Anime dari manga karya Yoshihiro Togashi, Yu Yu Hakusho. (Pierrot/Shueisha)

Perkembangan cerita dalam manga ini lalu berubah menjadi turnamen beladiri di dunia siluman (yokai) yang juga diikuti oleh beberapa manusia. Yusuke dan Kuwabara adalah dua dari beberapa manusia yang mengikuti kompetisi ini. Usai turnamen, Yusuke lalu harus menghadapi musuh-musuh lain yang lebih kuat hingga membawanya kepada jati diri sesungguhnya.

Alur cerita dari satu konsep menuju konsep lainnya dalam Yu Yu Hakusho memang dikemas secara menarik dan mengalir dengan baik. Watak setiap karakternya pun tak mudah untuk dilupakan.

Anime dari manga karya Yoshihiro Togashi, Yu Yu Hakusho. (Pierrot/Shueisha)

Kita melihat Yusuke yang memiliki semangat tinggi tanpa kenal lelah, Kuwabara yang ceroboh namun penuh tekad, Hiei yang dingin dan tenang, serta Kurama yang halus bagai perempuan namun berbahaya ketika marah. Semuanya memiliki ikatan yang cukup erat hingga akhir cerita.

Karakter lain yang cukup dikenang adalah gadis bernama Botan dari alam baka yang menemui Yusuke pertama kali sewaktu mati suri. Lalu ada Koenma yang merupakan anak dari penguasa akhirat, serta gadis bernama Keiko Yukimura yang diam-diam menyukai Yusuke.

Bahkan, karakter penjahat dalam manga Yu Yu Hakusho juga memiliki watak, desain, dan kekuatan yang tak mudah dilupakan. Sebut saja Rando Toguro, Sakyo, hingga Shinobu Sensui. Masing-masing dari mereka punya motif yang menarik untuk diikuti ketika Yusuke dan kawan-kawan berusaha mencegahnya.

Anime dari manga karya Yoshihiro Togashi, Yu Yu Hakusho. (Pierrot/Shueisha)

Memang sekilas Yu Yu Hakusho awalnya terkesan seperti sebuah manga horor dengan unsur komedi dan misteri nan unik. Akan tetapi setelah kisahnya mencapai tahap pertempuran beladiri, banyak pecinta manga yang langsung membacanya hingga menjadi hits.

Yu Yu Hakusho juga menjadi batu loncatan bagi Yoshihiro Togashi di dunia manga. Setelahnya, ia menciptakan Hunter x Hunter yang membuat namanya semakin melejit. Walaupun begitu, kondisi kesehatan suami pengarang Sailor Moon, Naoko Takeuchi ini sering naik-turun.

Singkat kata, Yu Yu Hakusho telah menjadi salah satu bacaan manga yang memorable bagi pecinta kisah aksi dengan bumbu supranatural. Tentunya, sangat disayangkan jika manga satu ini dilewatkan dan dilupakan begitu saja. (Rul/Feb)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya