Diyakini Tembus 15.000 per Dolar AS, Rupiah Jadi Ajang Spekulasi

Nilai tukar rupiah bergerak 13.951-14.053 pada perdagangan Senin pekan ini.

oleh Ilyas Istianur Praditya diperbarui 24 Agu 2015, 20:34 WIB
Petugas menunjukan uang pecahan US$100 di penukaran uang Jakarta, Senin (24/8/2015). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus menguat, Posisi dolar terus beranjak hingga di kisaran Rp 14.150. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS awal pekan ini sudah tembus ke level 14.000. Pelemahan ini merupakan bagian dari dampak ekonomi global yang saat ini tengah dibayang-bayangi perang mata uang antar negara-negara penguasa pasar perdagangan dunia.

Akibat pelemahan rupiah tersebut, beberapa masyarakat telah berbondong-bondong menukarkan simpanan dolarnya ke Money Changer demi mendapat keuntungan selisih kurs.

Imanuel (38), salah satu ‎pegawai swasta yang telah menukarkan sebagian simpanan dolarnya di Money Changer kawasan ITC Ambasador. "Ini selagi kursnya sedang bagus, saya tukarkan saja beberapa simpanan saya," kata dia saat berbincang dengan Liputan6.com, Senin (24/8/2015).

Ia menceritakan masih memiliki beberapa simpanan dolar AS, namun dirinya enggan menukarkan semua dolar miliknya. Ia meyakini dolar AS cenderung menguat terhadap rupiah sehingga akan menyentuh level 15.000. "Sambil nyimpen sambil spekulasi saja, ‎kalau tembus ya nanti saya tukar lagi," tegas dia.

Sementara salah satu pegawai Money Changer‎ PT Valuta Artha Mas‎, Dian (32) mengungkapkan ada kecenderungan peningkatan transaksi penukaran dolar ke rupiah. Hal itu lantaran dolar AS menguat terhadap rupiah.

"Tadi siang agak ramai, jadi ada peningkatan, tapi tidak banyak," terang Dian.

Dian menuturkan, masih sedikitnya penukaran tersebut mengingat kantor money changer di ITC tersebut lebih banyak melayani penukaran dalam bentuk yang relatif tidak banyak. Di Money Changer PT Valuta Artha Mas saat ini memasang harga jual dolar sebesar 14.010 sedangkan harga belinya mencapai 14.050.

Mengawali pekan ini, nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Kekhawatiran pelaku pasar terhadap devaluasi Yuan atau pelemahan mata uang China akan diikuti dengan bank sentral negara lainnya memberikan sentimen negatif ke nilai tukar rupiah.

Dalam kurs JISDOR, rupiah berada di kisaran 13.998 per dolar AS. Dolar AS makin menguat terhadap rupiah, dengan naik 103 poin dari Rp 13.895 per dolar AS pada Jumat 21 Agustus 2015 menjadi 13.998 per dolar AS pada Senin 24 Agustus 2015.(Yas/Ahm)

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya