Distributor AS Minta Maaf Karena Sempat Cap Tolak Angin Berbahaya

Produk Tolak Angin yang telah dijual puluhan tahun terbukti aman dan tak berbahaya bagi kesehatan.

oleh Nurseffi Dwi Wahyuni diperbarui 13 Agu 2015, 18:04 WIB
Sebuah layar proyektor menunjukan penjelasan terkait produk Sido Muncul yang diberi label 'Prop 65 Warning' oleh Negara Bagian California, Jakarta, Kamis (14/8/2015). BPOM menyatakan produk Tolak Angin aman dikonsumsi. (Liputan6.com/Yoppy Renato)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Direktur PT Sido Muncul Tbk (SIDO) Irwan Hidayat mengaku geram saat mengetahui produk jamu herbal Tolak Angin yang dijual perseroan di Amerika Serikat (AS) dituding mengandung bahan kimia berbahaya. Padahal, produk Tolak Angin yang telah dijual puluhan tahun terbukti aman dan tak berbahaya bagi kesehatan.

Kasus ini berawal pada April 2015, distributor Tolak Angin di Amerika Serikat yaitu PT Empire International yang berkantor pusat di Los Angeles, dituntut oleh sejumlah pengacara untuk produk jahe serbuk dan licoryce karena mengandung logam berat melebihi ambang batas di atas 10 ppm.

Hal ini membuat Empire mengambil inisiatif untuk memasang semua produk yang mengandung jahe tak cuma Tolak Angin dengan label prop 65 warning yang berlaku di negara bagian California untuk menghindari tuntutan lainnya. Termasuk akhirnya yang terkena kebijakan ini adalah Sido Muncul.

Prop 65 warning merupakan label peringatan pada produk yang mengandung bahan kimia dan dianggap bisa menyebabkan kanker.

Tindakan Empire ini tentu saja merugikan perseroan, untuk itu manajemen Sido Muncul menulis surat teguran tertanggal 7 Juli 2015 untuk meminta penjelasan dari perusahaan distributor tersebut. Sebab, semua produk yang dijual Sido Mincul termasuk Tolak Angin telah memenuhi syarat dan tidak berbahaya bagi kesehatan.

"Produk Tolak Angin juga telah lolos uji Toksisitas yang dilakukan oleh Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta pada 2003," jelas Irwan dalam keterangannya seperti dikutip Liputan6.com, Kamis (13/8/2015).

Surat teguran itu, kemudian direspons Empire pada 20 Juli 2015. Vice President Empire International Sunarto Ruski dalam surat tersebut meminta maaf kepada manajemen Sido Muncul karena tidak berkonsultasi terlebih dahulu soal pemasangan label. Kini, Empire juga telah melepas stiker prop 65 warning.

Permintaan maaf distributor ke Tolak Angin

"Setelah kejadian tersebut, kami minta PT Empire untuk memeriksakan Tolak Angin di laboratorium di Amerika dan hasilnya tidak mengandung Lead," ungkapnya. (Ndw/Igw)

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya