Ini Nama Menteri yang Dikabarkan Di-reshuffle?

‎Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla tadi malam memang sempat melakukan pertemuan di Istana Kepresidenan dengan para menteri.

oleh Luqman Rimadi diperbarui 12 Agu 2015, 08:50 WIB
Presiden dan Wakil Presiden membahas soal reshuffle menteri pada pertemuan Selasa malam.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo, Selasa, 11 Agustus 2015 malam, mendadak melakukan rapat empat mata bersama Wapres Jusuf Kalla di Istana Kepresidenan. Pertemuan tersebut untuk membahas mengenai rencana keputusan melakukan reshuffle kabinet yang akan dilakukan hari ini atau besok.

Tidak hanya itu, Jokowi juga memanggil beberapa menteri di Kabinet Kerja ke Istana Merdeka. Berdasarkan sumber Liputan6.com, mereka disebut sebagai menteri-menteri yang akan di-reshuffle dari jabatannya.

"Tadi malam menteri yang dipanggil ada Menko Perekomian Sofyan Djalil, Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdjiatno, ‎Menko Maritim Indroyono Soesilo, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto, dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Andrinov Chaniago," ujar sumber tersebut.

"Mereka yang dipanggil merupakan nama-nama yang telah diputuskan oleh Presiden Jokowi untuk di-reshuffle," ucapnya. ‎

Ia juga mengatakan, pengumuman reshuffle akan disampaikan paling cepat siang ini, setelah Presiden melantik Rano Karno sebagai Gubernur Banten di Istana Merdeka. "Presiden sudah panggil para menteri yang akan di-reshuffle, kita tunggu saja, hari ini, nanti siang atau paling lambat besok," jelas sumber itu.

‎Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla belum memberikan keterangan soal pertemuan di Istana Kepresidenan dengan para menteri itu.

Jajaran menteri yang dipanggil, yakni Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno, Menko Maritim Indroyono Soesilo. Menteri PPN/Kepala Bappenas Andrinov Chaniago, Menteri Perdagangan Rahmat Gobel, Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto, dan satu lagi Mensesneg Pratikno yang biasa mendampingi Presiden setiap ada rapat atau melakukan pertemuan di Istana. ‎

Lalu, apakah 6 nama tersebut merupakan menteri-menteri yang akan di-reshuffle? Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak Istana.

Namun, usai pertemuan tadi malam, Menko Perekonomian Sofyan Djalil sempat menjawab pertanyaan seputar isu reshuffle itu. Ia menilai reshuffle merupakan hak prerogatif Presiden.

Dari pernyataan yang disampaikan, tebersit kalau Sofyan telah menerima kabar mengenai reshuffle kabinet. 

"Itu hak prerogatif sepenuhnya Presiden. Bagi saya jadi menteri adalah sebuah kehormatan bisa mengabdi kepada negara, bisa mengabdi kepada Presiden, oleh sebab itu reshuffle nggak reshuffle nggak ada masalah," kata Sofyan.

Bila tak lagi menjadi menteri, Sofyan mengaku akan berkarier di swasta. ‎"Kalau reshuffle kita kembali ke swasta. Maka makin mahal harganya, itu bagusnya orang profesional, revolving door, dari swasta masuk pemerintah, dari pemerintah masuk swasta," jelas Sofyan. ‎ (Tnt/Bob)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya