Seorang anggota US Coast Guard berjaga di dekat 33 ton kokain senilai sekitar Rp 13 triliun lebih, di California, Senin (10/8/2015). Kokain tersebut disita dari kapal semi-sumbersible di timur Samudera Pasifik pada Kamis (6/8). (REUTERS/Mike Blake)
Anggota US Coast Guard saat menyaksikan pembongkaran 33 ton kokain senilai sekitar Rp 13 triliun lebih, di California, Senin (10/8/2015). Kokain tersebut disita dari kapal semi-sumbersible di timur Samudera Pasifik pada Kamis (6/8). (REUTERS/Mike Blake)
Anggota US Coast Guard berjaga di dekat 33 ton kokain senilai sekitar Rp 13 triliun lebih, di California, Senin (10/8/2015). Kokain tersebut disita dari kapal semi-sumbersible di timur Samudera Pasifik pada Kamis (6/8). (REUTERS/Mike Blake)
Barang bukti 33 ton kokain senilai sekitar Rp 13 triliun lebih yang berhasil disita US Coast Guard dari kapal semi-sumbersible di timur Samudera Pasifik, di California, Senin (10/8/2015). (REUTERS/Mike Blake)
Anggota US Coast Guard saat menyaksikan pembongkaran 33 ton kokain senilai sekitar Rp 13 triliun lebih, di California, Senin (10/8/2015). Kokain tersebut disita dari kapal semi-sumbersible di timur Samudera Pasifik pada Kamis (6/8). (REUTERS/Mike Blake)
Komandan US Coast Guard, Laksamana Paul Zukunft saat berbicara di depan awak media, di California, Senin (10/8/2015). US Coast Guard berhasil menyita 33 ton kokain senilai sekitar Rp 13 triliun lebih di timur Samudera Pasifik. (REUTERS/Mike Blake)