Kekeringan, Harga Air Bersih di Sleman Rp 200 Ribu per Tangki

Sepanjang kekeringan, jumlah permintaan air bersih di Sleman bisa mencapai lebih dari 10 kali per hari dari sebelumnya hanya 3 kali.

oleh Liputan6 diperbarui 30 Jul 2015, 16:20 WIB
Sepanjang kekeringan, jumlah permintaan air bersih di Sleman bisa mencapai lebih dari 10 kali per hari dari sebelumnya hanya 3 kali.

Liputan6.com, Sleman - Kekeringan yang melanda sejumlah daerah menyebabkan permintaan air bersih dari tangki swasta meningkat tajam. Lonjakan permintaan air bersih di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, terjadi menyusul semakin sulitnya air bersih.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Siang SCTV, Kamis (30/7/2015), jika biasanya pemilik mobil tangki swasta menerima pesanan hingga 3 kali, saat ini jumlah permintaan bisa mencapai lebih dari 10 kali per hari.

Selain harus antre, tingginya permintaan menyebabkan naiknya harga air bersih, dari Rp 120 ribu menjadi 200 ribu per tangki.

Di Klaten, Jawa Tengah, sejumlah sopir truk pasir beralih profesi menjadi penjual air bersih ke wilayah yang mengalami krisis air. Setiap truk rata-rata bisa memasok air bersih kepada warga sebanyak 6 sampai 10 tangki per hari dengan harga antara Rp 70 ribu hingga Rp 100 ribu, tergantung jauh dekatnya lokasi.

Sementara di Banyuasin, Sumatera Selatan. Musim kemarau mengakibatkan ratusan petani sayur mayur di Desa Lubuk Lancang, Suak Tapeh, Banyuasin, merugi. Produksi panen sayuran mereka mengalami penurunan yang sangat tajam.

Smeentara di Tangerang, Banten, warga terpaksa berjalan kaki sejauh 2 kilometer melewati kebun dan tanah kosong, demi mendapatkan air kubangan yang keruh dan kotor untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sudah hampir dua bulan terakhir warga Desa Karang Tengah terpaksa memanfaatkan air kubangan yang berada di tengah perkebunan sebagai sumber mata air. Di kubangan tersebut warga melakukan kegiatan mandi cuci kakus (MCK) sekaligus mengambil air untuk konsumsi sehari-hari. (Dan/Mut)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya