Ribuan Orang Kaya China Pilih Menetap di Luar Negeri

Banyak orang kaya China berpindah ke Amerika Serikat, Hong Kong, Singapura dan Inggris.

oleh Arthur Gideon diperbarui 19 Jul 2015, 21:02 WIB
China | Foto: The China Times

Liputan6.com, New York - Belakangan ini banyak kalangan kaya China yang memilih meninggalkan negara mereka dan tinggal di negara lain. Langkah kepindahan mereka tersebut dibantu oleh perusahaan yang memang khusus memberikan layanan kewarganegaraan, LIO Global.

Mengutip Forbes, Minggu (19/7/2014), LIO mencatat bahwa kurang lebih 91 ribu orang kaya China memilih untuk menetap di luar negeri dalam kurun waktu 14 tahun terakhir. Jumlah tersebut berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh New World Wealth dan LIO Global.

Dalam laporan tersebut, yang termasuk dalam kategori orang kaya adalah mereka yang memiliki aset bersih di atas US$ 1 juta. Dalam aset tersebut tidak dihitung rumah utama mereka.

LIO menyebutkan bahwa banyak orang kaya China berpindah ke Amerika Serikat, Hong Kong, Singapura dan Inggris sebagai lokasi rumah kedua mereka. Di rumah kedua ini orang-orang kaya China menjalankan usahanya.

Jumlah orang kaya China yang meninggalkan negaranya ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara lain.

Di India, jumlah orang kaya yang meninggalkan negara tersebut hanya sebesar 61 ribu orang. Kepindahan tersebut dalam periode tahun 2000 hingga 2014. Sedangkan Perancis menempati urutan ketiga yaitu dengan jumlah 42 juta orang keluar.

Di urutan berikutnya adalah Italia dengan jumlah 23 ribu orang kaya dan berikutnya Rusia dengan jumlah orang kaya yang meninggalkan negaranya mencapai 20 ribu miliarder.

"Salah satu alasan mereka memilih untuk berpindah karena mereka memiliki dua kewarganegaraan atau berpindah tempat tinggal adalah mobilitas global dan akses. Selain itu, keamanan dan perlindungan kekayaan juga menjadi alasan," jelas Kepala LIO Global, Nadia Baca. (Gdn/Nrm)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya