Waspada, Teknologi Virtual Reality Mulai Dimanfaatkan Situs Porno

Teknologi virtual reality (VR) kini juga dimanfaatkan oleh perusahaan pembuat film porno untuk mendompleng bisnisnya.

oleh Iskandar diperbarui 09 Jul 2015, 12:32 WIB
Virtual Reality (mirror.co.uk)

Liputan6.com, Jakarta - Tak hanya dimanfaatkan untuk game atau aplikasi mobile, teknologi virtual reality (VR) kini juga dimanfaatkan oleh perusahaan pembuat film porno untuk mendompleng bisnisnya. 

Situs porno Naughty America baru-baru ini memperkenalkan film porno berbasis VR pertamanya, yang menandai awal era film erotis dengan memanfaatkan teknologi terkini.

Film berjudul `Two Chicks Same Time` tersebut akan membawa penikmat film pornografi terlibat dalam adegan seks threesome yang menampilkan artis panas Nikki Benz dan Jaclyn Taylor.

Mengutip laman Mirror, Kamis (9/7/2015), film porno berkonsep fantasi itu kompatibel dengan perangkat headset VR dari Samsung Gear VR dan Oculus Rift.

"Menggunakan headset VR, pria akan tenggelam langsung dalam scene yang ditawarkan Naughty America, dengan Benz dan Taylor yang berdiri menggoda di depan mereka," kata juru bicara Naughty America.

Dalam hal ini pengguna diklaim dapat menikmati petualangan erotis dengan perspektif yang jauh lebih menarik. "Pelanggan kami ingin merasakan sensasi yang lebih dekat dengan kenyataan," kata CEO Naughty America Andreas Hronopoulos.

Sebelumnya, sebuah perusahaan internet Utherverse Digital dilaporkan tengah mengembangkan format dunia pornografi virtual yang disebut Red Light Center yang kompatibel dengan Oculus Rift.

Perusahaan telah menginvestasikan dana sebesar US$ 40 juta untuk membangun Red Light Center 2.0. Teknologi ini sendiri nantinya akan menjadi multiplayer game online pertama yang tersedia untuk produk headset VR.

(isk/dhi)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya