13 Jasad Korban Hercules Belum Teridentifikasi

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri akan melakukan tes DNA untuk mengidentifikasinya.

oleh Reza Efendi diperbarui 07 Jul 2015, 21:21 WIB
Petugas mempersiapkan puluhan peti mati di depan instalasi jenazah RSUP Adam Malik, Medan, Selasa (30/6/2015). Sebanyak 141 jenazah korban jatuhnya pesawat Hercules C130 berhasil dievakuasi ke rumah sakit tersebut. (REUTERS/Beawiharta)

Liputan6.com, Medan - Hari ketujuh pascajatuhnya pesawat Hercules C-130 dengan nomor ekor A-1310 di kawasan Jalan Jamin Ginting Medan, Sumatra Utara, masih ada 13 jenazah korban yang belum teridentifikasi. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri akan melakukan tes DNA untuk mengidentifikasinya.

Kepala Bidang Dokkes Polda Sumut, Komisaris Besar Setyo Purwanto, mengatakan sudah ada 84 jasad yang teridentifikasi.

“Nantinya, data yang belum teridentifikasi akan dilakukan tes DNA oleh petugas, kemudian hasilnya harus menunggu sekitar 2 pekan ke depan. Hal ini kita lakukan sembari menunggu laporan dari pihak keluarga yang merasa kehilangan. Kita tetapkan waktunya minimal 6 bulan,” kata Setyo, Selasa (7/7/2015).

Menurut dia, jika selama 6 bulan tidak ada laporan dari pihak keluarga yang merasa kehilangan, maka jenazah-jenazah yang utuh dan 22 kantong jenazah potongan tubuh akan dimakamkan secara masal.

“Jika 6 bulan tidak ada juga laporan, jenazah-jenazah akan kita makamkan secara masal, dan lokasi pemakamannya belum kita tentukan. Kita harus berkoordinasi dengan berbagai satuan kerja lainnya untuk memutuskannya,” jelas Setyo.

Dia menuturkan pihak keluarga diizinkan untuk melakukan penggalian kembali jika nantinya ada keluarga yang merasa kehilangan. Namun, mereka harus menyerahkan sejumlah data.

“Jika memang terjadi hal demikian, kita serahkan kepada pihak keluarga, apakah mau digali kembali atau dibiarkan dimakamkan di tempat yang nantinya kita tentukan,” terang Setyo.

Data antemortem para korban tewas jatuhnya pesawat Hercules C-130 yang dikumpulkan oleh Tim DVI Polri berupa helai rambut, sidik jari, foto dan DNA pembanding yang diambil dari orangtua maupun saudara kandung. Tim kemudian membandingkan dengan data postmortem atau data yang diperoleh dari jasad korban.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Helfi Assegaf mengatakan posko antemortem dan postmortem dipindahkan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut, Jalan KH Wahid Hasyim Medan, Sumatra Utara.

“Jenazah dan body part/potongan tubuh, saat ini disimpan di box cooler storage di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut,” terang Helfi.

Sementara itu, jumlah penumpang pesawat Hercules C-130 berdasarkan data manifes berjumlah 122 orang yang terdiri dari 33 anggota TNI AU, 6 orang TNI AD dan 83 lainnya merupakan keluarga TNI yang saat kejadian menumpang pesawat nahas tersebut.

Pesawat Hercules C-130 dengan nomor ekor A-1310 jatuh dengan posisi terbalik di Jalan Jamin Ginting Medan, Sumatra Utara, Selasa 30 Juni 2015. Pesawat nahas tersebut jatuh sekira pukul 11.50 WIB atau 2 menit setelah lepas landas dari Lanud Soewondo.

Pesawat pabrikan tahun 1960-an itu hendak menuju Kepualuan Natuna untuk menjalankan misi Penerbangan Angkatan Udara Militer (PAUM), yakni pengiriman logistik. (Bob/Ado)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya