Prancis Berang 3 Presidennya Disadap Amerika

3 Presiden Prancis yang disadap adalah Jacques Chirac, Nicolas Sarkozy dan Fançois Hollande.

oleh Andreas Gerry Tuwo diperbarui 24 Jun 2015, 16:23 WIB
Presiden Prancis, Francois Hollande, menghadiri parade tradisional Bastille Day 2014 yang dipusatkan di Place de la Concorde, Paris, (14/7/2014). (REUTERS/Etienne Laurent/Pool)

Liputan6.com, Paris - Amerika Serikat (AS) kembali jadi sorotan dunia. Situs WikiLeaks mengungkapkan bahwa Negeri Paman Sam telah melakukan penyadapan terhadap Presiden Prancis selama periode 2006-2012.

Tidak hanya satu, penyadapan tersebut dilakukan pada 3 Presiden Prancis. Mereka adalah Jacques Chirac, Nicolas Sarkozy dan Fançois Hollande.

Meski belum terkonfirmasi kebenarannya, Prancis langsung bereaksi terkait berita penyadapan tersebut. Presiden yang saat ini menjabat Fançois Hollande mengatakan perbuatan AS tidak bisa diterima.

"Prancis tidak dapat mentolerir aksi yang membahayakan keamanan dan kami akan melindungi kepentingan negara kami," ucap Hollande dalam pernyataan resminya seperti dikutip dari BBC, Rabu (24/6/2015).

Walau belum mau banyak bersuara, Amerika Serikat akhirnya buka mulut terkait tuduhan itu, Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional AS (NSA) Ned Price membantah tudingan tersebut. "Kami tidak mau berkomentar secara spesifik terkait tuduhan itu," sebut Price.

"AS tidak pernah menargetkan (penyadapan) alat komunikasi Hollande, dia juga tidak akan pernah jadi target," tegas dia.

Dokumen yang dibocorkan Wikileaks, yang berpotensi membuat tegang hubungan 2 negara, memiliki judul "Espionnage Elysee"-- merujuk pada Palais de l'Elysee, kediaman resmi Presiden Prancis.

Situs tersebut menyebut, target spionase adalah 3 presiden Prancis, para menteri, dan duta besar negara itu untuk Amerika Serikat.

Salah satu file, yang bertarikh 2012, menyebut tentang Hollande yang membahas kemungkinan keluarnya Yunani dari zona euro (eurozone). Sementara lainnya, dari tahun 2011, menyebut bahwa Sarkozy bertekad untuk melanjutkan pembicaraan perdamaian antara Israel dan Palestina, meski tanpa keterlibatan AS. (Ger/Mut)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya