Kondisi 175 Pasien MERS di Thailand Membaik

Virus ini pertama kali terdeteksi di Thailand pada seorang pria dari Oman yang melakukan perjalanan ke Bangkok untuk pengobatan jantung.

oleh Rinaldo diperbarui 20 Jun 2015, 22:24 WIB
Seorang wanita Thailand berjalan memakai masker melewati pengumuman wabah MERS di Nonthaburi, Thailand, (19/6/2015). Pemerintah Thailand mengumumkan bahwa seorang pria 75 tahun asal Oman positif terjangkit virus MERS. (AFP PHOTO/Pornchai KITTIWONGSAKUL)

Liputan6.com, Bangkok - 175 Orang yang terkena virus Middle East Respiratory Syndrome (MERS) di Thailand kondisinya kini terus membaik. Demikian pernyataan yang disampaikan Kementerian Kesehatan Thailand.

"Kami sudah memerintahkan agar 175 orang itu untuk menjauh dari ruang publik. Tenaga medis juga terus memantau kondisi mereka," ujar pernyataan itu seperti dikutip Reuters, Sabtu (20/6/2015).

Pada Jumat kemarin, Menteri Kesehatan Thailand Rajata Rajatanavin kepada wartawan mengatakan kemungkinan wabah MERS di Thailand sama seperti yang ada di Korea Selatan dan pihaknya sudah mengisolasi pasien dengan cepat.

Virus ini pertama kali terdeteksi di Thailand pada seorang pria berusia 75 tahun yang berasal dari Oman dan sedang melakukan perjalanan ke Bangkok untuk pengobatan jantung. Pada hari Kamis, pria itu dipindahkan dari Rumah Sakit Internasional Bumrungrad ke fasilitas penyakit menular.

3 Kerabat pria itu juga sudah berada di ruang isolasi dan telah diuji. Menurut Sekretaris Kementerian Kesehatan Surachet Satiniramai, hasil uji tersebut menunjukkan mereka negatif mengidap MERS.

"Sementara kondisi pasien MERS sudah lebih baik secara keseluruhan. Hasil rontgen dada juga menunjukkan perbaikan dan dia bisa memakan makanan lunak," jelas dia.

MERS pertama kali diidentifikasi di Arab Saudi pada tahun 2012 dan sebagian besar kasusnya memang ada di Timur Tengah. Para ilmuwan tidak yakin tentang asal-usul virus itu, namun beberapa penelitian telah menghubungkannya ke hewan unta.

Sementara di Korea Selatan, kementerian kesehatan mengatakan tidak ada kasus baru penyakit MERS yang dilaporkan. Otoritas kesehatan mengatakan, penyakit yang pertama kali dilaporkan pada 20 Mei itu tampaknya kini sudah tak lagi mewabah. (Ado/Sss)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya