Tekan Harga Bahan Pokok, Pilot Project Gerai Maritim Diluncurkan

Gerai Maritim ini merupakan program pemerintah untuk mengangkut bahan kebutuhan pokok masyarakat ke wilayah terpencil.

oleh Septian Deny diperbarui 19 Jun 2015, 12:01 WIB
Pelabuhan sebagai pendukung utama poros maritim. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menggandeng Kementerian Perhubungan (Kemenhub), PT Pelni dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) meresmikan pilot project Gerai Maritim dengan tujuan Serui, Papua.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Srie Agustina mengatakan, Gerai Maritim ini merupakan program pemerintah untuk mengangkut bahan kebutuhan pokok masyarakat ke wilayah terpencil di bagian timur Indonesia.

"Ini bertujuan untuk menurunkan disparitas harga dengan target pada 2015 di bawah 13,5 persen. Sekarang rata-rata (disparitas harga) 35 persen. Ini bagian tol laut yang sedang digagas Kementerian Perhubungan dan PT Pelni," ujarnya di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (19/6/2015).

Dia menjelaskan, dalam program ini Pelni menyiapkan enam kapal dengan enam rute untuk melayari 30 titik pelabuhan kecil di pulau terluar dan terpencil di Indonesia.

Dalam pilot project ini, akan diberangkatkan Kapal Gunung Dempo yang akan mengangkut 10 kontainer berisi berbagai macam bahan kebutuhan pokok seperti beras, tepung terigu, gula, minyak goreng, telur, paket sembako murah, mie instan, dan barang-barang kelontong lain.

"Sebenarnya ada 11 kontainer. Yang dari Tanjung Priok 10 kontainer, dan 1 kontainer dari Tanjung Perak, Surabaya. Satu kontainer kapasitasnya antara 12 ton hingga 25 ton," jelas dia.

Melalui Gerai Maritim ini, diharapkan akan memotong biaya logistik barang yang selama ini menjadi penyebab tingginya disparitas harga antar wilayah di Indonesia. "Ini merupakan ujicoba. Dengan ini biaya pengiriman akan lebih murah 55 persen," tandas dia. (Dny/Nrm)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya