Tanggapan Menko Maritim Soal Ancaman Copot Jabatan

Saat ini dwelling time atau waktu bongkar muat barang di pelabuhan Tanjung Priok memiliki rata-rata 5,5 hari menjadi 4,7 hari.

oleh Ilyas Istianur Praditya diperbarui 17 Jun 2015, 16:49 WIB
Indroyono Soesilo (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku kecewa dengan tidak ada perkembangan percepatan waktu bongkar muat barang (dwelling time)‎ di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Akibatnya, dia mengancam beberapa menteri dan pejabat tinggi yang terkait untuk dicopot demi memperbaiki pelayanan pelabuhan perdagangan terbesar di Indonesia tersebut.

Menanggapi hal itu‎, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indroyono Soesilo mengaku lebih menyikapinya secara positif. "Itu untuk menyemangati kita, berarti harus kerja betul," ucap dia di Kantor Pusat PT Pelindo II (Persero), Jakarta, Rabu (17/6/2015).

Saat ini, dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok sendiri masih memiliki rata-rata 5,5 hari. Jokowi sendiri menargetkan dwelling time bisa menjadi 4,7 hari.
Indroyono sendiri mengaku akan tetap optimistis dalam waktu dekat ini dwelling time akan dapat ditekan lagi sehingga mencapai angka yang diinginkan Presiden atau bahkan lebih cepat.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi usai melakukan kunjungan ke Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Priok, dirinya langsung menggelar rapat kecil di kantor pusat Pelindo II.

Dalam rapat tersebut, Jokowi memerintahkan jajaran Menteri dan Kepala Lembaga yang terkait mengurusi soal pelabuhan tersebut untuk segera memeprbaiki pelayanan pelabuhan, terutama terkait dwelling time tersebut.

Jokowi mengatakan, masih ada pengusaha yang mengeluhkan pelayanan di Tanjung Priok yang memakan waktu hingga 25 hari. "Jadi saya jangan diceritain yang baik-baik, seharusnya apa yang dibutuhkan, itu yang saya perlu," tegasnya.

Bahkan Jokowi mengancam kepada Menteri dan Kepala Lembaga jika tidak bisa membereskan hal itu akan mencopot jabatannya.

"Saya akan lakukan dengan cara saya sendiri, bisa saja dirjen saya copot, bisa saja pelaku di lapangan saya copot, bisa saja menteri yang saya copot, pasti kalau itu, karena kerja sama saya harus seperti itu," pungkas dia. (Yas/Ahm)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya