Ibu Angkat Angeline Jalani Tes Kebohongan Besok

Polisi tengah mendalami motif warisan. Ada dugaan Angeline dibunuh karena warisan yang diberikan suami Margriet kepada bocah malang itu.

oleh Dewi Divianta diperbarui 15 Jun 2015, 15:13 WIB
Tak ada lagi tawa dan keceriaan Angeline. Bocah ini harus meninggal dengan tragis saat berumur 8 tahun. Selain mantan penjaga rumah, ibu angkat Angeline ditetapkan menjadi tersangka

Liputan6.com, Denpasar - Tidak hanya tersangka kasus pembunuhan bocah malang Angeline, Agustinus Tae Andamai, yang akan menjalani tes kebohongan besok. Polisi juga akan menghadapkan ibu angkat Angeline, Margriet Christina Megawe, dengan lie detector.

"Selanjutnya Agustinus dan Margriet juga akan menjalani lie detector," ujar Kepala Bidang Humas Polda Bali Kombes Hery Wiyanto di Mapolda Bali, Senin (15/5/2016).

Malah hari ini, saksi lain dari kasus pembunuhan tersebut, AA lebih dulu menjalani tes kebohongan di Polresta Denpasar. Saksi AA adalah orang kepercayaan ibu angkat Angeline, Margriet Megawe.

"AA menjalani pemeriksaan kebohongan di Polresta Denpasar. Diduga AA orang kepercayaannya Margriet," kata

Menurut dia, AA adalah teman semasa sekolah dasar tersangka Agustinus. Bahkan, dia yang menjadi perantara Agustinus dan Margriet ketika ibu angkat Angeline itu mencari pembantu.

Sebelumnya, Agustinus mengaku mendapat uang Rp 2 miliar dari Margriet untuk membunuh Angeline. Tapi keterangan Agustinus berubah-ubah dalam beberapa kali pemeriksaan.

Atas keterangan pria 25 tahun itu, polisi tengah mendalami soal motif warisan. Ada dugaan Angeline dibunuh karena warisan yang diberikan suami Margriet kepada siswi kelas 2 SD tersebut.

"Kita selidiki, berapa warisan itu. Kalau tidak sampai Rp 2 miliar, tafsirkan sendiri, buat apa memberikan uang Rp 2 miliar," ucap Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Anton Charliyan.

Sementara itu, saat dikonfirmasi tentang berita keluarga Margriet yang menggelar pesta usai melakukan pembunuhan terhadap Angeline, Hery membantahnya. "Tidak ada itu. Dari mana dapat informasi itu? Kalau ada pasti akan kita dalami," tukas Hery. (Bob/Mut)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya