Dugaan Australia Suap Kapal Imigran, Menlu Retno Panggil Dubes

Menlu Retno Marsudi memilih tidak berkomentar, saat ditanya terkait pernyataan PM Australia, Tony Abbott terkait dugaan suap kapal imigran.

oleh Andreas Gerry Tuwo diperbarui 13 Jun 2015, 17:39 WIB
Menlu Retno Marsudi (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi memilih tidak berkomentar, saat ditanya terkait pernyataan Perdana Menteri (PM) Australia, Tony Abbott. Orang nomor satu di Pemerintahan Negeri Kanguru secara tersirat tak membantah dugaan adanya pejabat Australia yang membayar awak dan kapten perahu pengangkut migran menuju Indonesia.

"Saya tak mau berkomentar mengenai pernyataan Abbott," sebut Menlu Retno di Hotel Grand Sahid Jakata, Sabtu (13/6/2015).

Menlu Retno hanya mengatakan bahwa dia sudah memanggil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Paul Grigson untuk menanyakan kebenaran dugaan itu. Pemerintah pun akan bertindak setelah mendapat jawaban pasti dari Negeri Kanguru.

"Jadi saya cuma tanya Dubes Australia, apa yang terjadi. Berikan penejelasan kepada kami," tambah dia.

Sebelumnya, PM Tony Abbott tidak membantah laporan yang menyebutkan bahwa sebuah kapal Angkatan Laut Australia membayar awak perahu pengangkut migran yang menuju Australia untuk kembali ke Indonesia.

Dalam wawancara dengan stasiun radio 3AW pada Jumat 12 Juni pagi waktu setempat, Abbott tidak menepis ketika ditanya soal pembayaran kepada awak perahu untuk memutar balik ke Indonesia. Dia justru mengatakan personel imigrasi telah mengembangkan strategi 'kreatif', untuk menghentikan kedatangan perahu-perahu pengangkut migran.

"Kami telah menghentikan perdagangan (manusia), dan kami akan melakukan apa yang bisa dilakukan untuk memastikan itu tetap berhenti," kata Abbott seperti dikutip dari BBC.(Tnt/Ein)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya