Top 5 Bisnis: Australia Pangkas Bantuan ke Indonesia

Berikut 5 berita di kanal binis Liputan6.com paling menjadi perhatian pembaca pada Kamis (14/5/2015):

oleh Arthur Gideon diperbarui 15 Mei 2015, 08:51 WIB
Menlu Retno LP Marsudi menyampaikan pidato tahunan di Gedung Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (8/1/2015). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Australia memutuskan untuk memangkas anggaran bantuan kepada Indonesia hingga mencapai 40 persen, usai sebelumnya negara ini menarik pulang duta besarnya.

Namun negara ini berdalih pemangkasan bantuan tak terkait dengan keputusan Indonesia mengeksekusi mati dua warga Australia Myuran Sukumaran dan Andrew Chan karena kasus narkoba.

Pemotongan dana bantuan itu, menurut Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi karena Australia menilai ekonomi Indonesia terus meningkat sehingga bantuan dari negara lain seperti Australia tak terlalu diperlukan lagi.

Langkah pemerintah Australia ini cukup banyak menarik perhatian pembaca Liputan6.com. Selain itu masih ada beberapa artikel lain yang juga layak untuk disimak.

Lengkapnya, berikut 5 berita di kanal binis Liputan6.com paling menjadi perhatian pembaca pada Kamis (14/5/2015):

1. Ini Dalih Australia Pangkas Bantuan ke Indonesia

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menjelaskan pemangkasan anggaran bantuan ke Indonesia karena Australia menilai ekonomi Indonesia terus meningkat sehingga bantuan dari negara lain seperti Australia tak terlalu diperlukan lagi. Bahkan, menurut Retno, Indonesia justru mulai menjadi negara donor yang memberikan bantuan kepada negara lain.

"Dengan beberapa negara lain, kita memang sudah tidak menggantungkan diri pada kerjasama pembangunan karena ekonomi kita sudah semakin bagus, kita sudah mulai membantu instead of kita dibantu, kita sudah mulai membantu, dengan bilateral cooperation," ujar Retno.

2. Kini Kenaikan Pangkat PNS Otomatis 4 Tahun Sekali

Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyatakan telah mengubah mekanisme kenaikan pangkat bagi pegawai negeri sipil (PNS). Kenaikan pangkat PNS mulai tahun ini akan secara otomatis berlaku setiap empat tahun.

Wakil Kepala BKN, Bima Aria Wibisana mengatakan, mekanisme kenaikan pangkat yang baru tanpa melalui pengusulan. Dia bilang, mekanisme kenaikan pangkat yang lama berbelit sehingga mengganggu kinerja BKN dalam memberikan nilai tambah PNS.

3. Wanita Ini Dipecat Lantaran Hapus Aplikasi di Ponsel

Mengabaikan instruksi atasan ternyata dapat berdampak sangat fatal pada karir Anda. Hal tersebut dibuktikan sendiri oleh Myrna Arias, seorang pegawai wanita asal California, Amerika Serikat (AS).

Atasan Arias meminta dia untuk mengunduh aplikasi telepon seluler yang membuat bosnya dapat menelusuri keberadaan dia 1x24 jam. Namun ia tidak mengindahkannya dan justru menghapus aplikasi tersebut. Akhirnya, dia dipecat.

Arias kini tengah mengajukan gugatan hukum pada perusahaan yang mempekerjakan dia yaitu Intermex, sebuah perusahaan pengiriman uang ke Amerika Latin.

4. 4 Hal yang Sering Dikorbankan Orang Sukses

Tak ada kesuksesan yang dapat dicapai secara instan dan semuanya perlu pengorbanan. Begitu pula yang dilakukan banyak orang sukses, rela mengorbankan banyak hal demi mencapai berbagai kesuksesan lain yang lebih besar.

Memang benar, untuk mewujudkan berbagai mimpi menjadi kenyataan yang indah dibutuhkan pengorbanan yang tak kalah besar. Misalnya saja, banyak pebisnis sukses yang rela mengorbankan waktu berkumpul bersama keluarga demi bertemu dengan klien bisnis.

Pada akhirnya, satu per satu pengorbanan itu akan dibalas dengan berbagai pencapaian hingga kesuksesan besar.

5. Usulan Iuran Pensiun 8% RI Terbilang Kecil dari Negara Lain

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mengusulkan iuran pensiun sebesar 8 persen dengan komposisi 5 persen dari pengusaha dan 3 persen pekerja. Iuran ini menimbang aspek kepengelolaan dana pensiun.

Kepala Divisi SDM Ketenagakerjaan BPJS Ketenagakerjaan Abdul Latif Algaf menilai usulan besaran iuran pensiun 8 persen yang disebut pengusaha sangat besar, sejatinya masih terlalu rendah dibandingkan negara lain. (Gdn)

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya