Ibas: Plt Itu Wajar Dalam Organisasi

Sekjen Partai Demokrat Ibas menjelaskan, alasan mengeluarkan kebijakan Plt karena banyak hal, seperti meninggal dunia.

oleh Putu Merta Surya Putra diperbarui 12 Mei 2015, 02:26 WIB
Dalam jumpa pers tersebut, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mengatakan Fraksi Partai Demokrat di DPR menolak kenaikan harga BBM bersubsidi, Jakarta, Selasa (18/11/2014). (Liputan6.com/Andrian M Tunay)

Liputan6.com, Surabaya - Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas membenarkan, pihaknya mencopot pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dari jabatannya dan mengganti dengan Pelaksana Tugas (Plt). Namun bukan 161 yang diganti, melainkan hanya 89 pengurus DPC yang di-Pltkan.

"Selama 5 tahun, 2010-2015 tercatat resmi DPP mengeluarkan surat Plt untuk 89 kader. Jadi tidak benar jika dikatakan ada 160 pengurus di DPC yang dipecat," ujar Ibas di Hotel Shangri-La, Surabaya, Senin (11/5/2015).

Putra Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu menjelaskan, alasan mengeluarkan kebijakan Plt karena banyak hal, seperti meninggal dunia. Selain itu, karena mendapatkan kepercayaan sebagai pengurus lain di partai dan juga adanya pemekaran daerah.

Ibas membantah para pengurus DPC yang dipecat, karena tidak setuju SBY menjadi ketua umum Demokrat lagi. "Kami sampaikan Plt itu wajar dalam organisasi, seluruh parpol mengatur sesuai AD/ART (Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga) masing-masing," tegas dia.

Ketua Dewan Kehormatan Amir Syamsuddin menegaskan, tidak benar ada 161 pengurus DPC yang di-Plt bakal melakukan perlawanan. Pihaknya sudah menemui perwakilan Kaukus Penyelamat Partai Demokrat atas perintah SBY sebagai ketua umum.

"Dari klarifikasi, yang benar hanya ada 2 yang baru mengeluhkan status Plt mereka. Masing-masing dari Jawa Timur dan Jawa Tengah," tandas Amir.

Kongres IV Partai Demokrat dilaksanakan di Surabaya pada 11-13 Mei 2015. Kongres yang akan dibuka Selasa 12 Mei besok ini digelar untuk memilih ketua umum baru. Nama SBY disebut-sebut akan terpilih secara aklamasi sebagai ketum. (Rmn)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya