Liputan6.com, Lincoln City - Tragedi 'berdarah' lain di dunia sepakbola terjadi pada hari ini, 11 Mei 1985. Kala itu, Stadion Valley Parade di Bradford City, West Yorkshire, Inggris hangus dilahap api.
Insiden itu terjadi ketika klub sepakbola Bradford City tengah bertanding melawan Lincoln City.
Advertisement
Menjelang akhir babak pertama, stadion tempat pertandingan itu tiba-tiba membara. Kebakaran terjadi di salah satu ujung tribun utama.
Para suporter pun berlarian ke lapangan menghindari kobaran api. Rencana Bradford City yang akan merayakan gelar juara Liga Divisi III pun batal.
Dalam hitungan menit, kobaran api merembet dan dengan cepat membakar hingga atap tribun yang terbuat dari kayu. Sekitar 4 menit, seluruh atap stadion pun hangus terbakar dan menjebak orang-orang yang ada di bawahnya.
"Aku belum pernah melihat kebakaran seperti itu. Asapnya sangat tebal. Anda hampir tidak bisa bernapas," kata salah satu suporter yang selamat dari maut, Geoffrey Mitchell seperti dikutip dari History Channel.
Meski kobaran api semakin membara, banyak suporter tak menyadari musibah itu. Beberapa pendukung sepakbola yang muda, malah dilaporkan menari dan bernyanyi di depan nyala api yang 'mengamuk'. Sementara lainnya melemparkan batu ke kru televisi yang berada di lokasi tersebut.
Peristiwa tersebut menyebabkan 56 orang tewas terpanggang, sedangkan lebih dari 250 lainnya dilaporkan cedera.
Menurut hasil penyelidikan resmi, penyebab kebakaran akibat akumulasi sampah di bawah tribun yang kemungkinan besar terbakar. Seorang suporter diduga kuat membuang sepuntung rokoknya sembarangan ke belakang stadion, dan mengenai tumpukan sampah tersebut.
Kondisi stadion yang cukup tua dan bobrok serta banyak terbuat dari material kayu, membuat kobaran si jago merah dengan cepat melahap setiap bagian yang dilewatinya.
Pada tanggal yang sama pada 1981, duka juga dirasakan dunia musik reggae. Sebab ikon genre musik itu, Robert Nesta Marley meninggal dunia. Pria yang lebih dikenal dengan sebutan Bob Marley menghembuskan nafas terakhirnya di Miami Hospital, akibat kanker kulit yang dideritanya telah menyebar sampai otak, paru-paru, dan lambung.
Sementara pada 11 Mei 1812, Perdana Menteri Inggris Spencer Perceval tewas ditembak di lobi House of Commons oleh pengusaha bernama John Bellingham. Si pembunuh akhirnya menyerahkan diri kepada yang berwenang sebelum menjadi buruan. (Tnt/Rmn)