Peringati Hardiknas, Mendikbud Beri Apresiasi untuk Pendidik

Mendikbud Anies Baswedan menyebut, gagasan dan perjuangan telah membuat Indonesia menjadi rujukan bangsa-bangsa di Asia dan di Afrika.

oleh Luqman Rimadi diperbarui 02 Mei 2015, 09:40 WIB
Anies Baswedan (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di lapangan Kantor Kemendikbud, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Sabtu (2/5/2015) pagi.

Dalam amanatnya, Anies menyampaikan apresiasinya kepada para semua pihak, pada semua pelaku pendidikan yang telah berperan aktif mencerdaskan saudara sebangsa.

"Untuk para pendidik di semua jenjang, yang telah bekerja keras membangkitkan potensi peserta didik untuk menjadi manusia berkarakter mulia, terimalah salam hormat dan apresiasi dari kita semua," ujar Anies.

Anies menjelaskan pentingnya pendidikan bagi Indonesia sebagai bangsa yang menjunjung tinggi norma dan adat kebudayaan. Dia menambahkan, kemerdekaan yang diraih tidak bisa lepas dari peran para pendidik memberi pencerahan pentingnya sebuah kemerdekaan bagi sebuah bangsa.

"Pendidikan telah membukakan mata dan kesadaran mereka untuk membangun sebuah negeri Bhineka yang modern. Pendidikanlah yang telah memungkinkan para perintis kemerdekaan memiliki gagasan besar yang melampaui zamannya," kata Anies.

Karena konsep dan gagasan itu, ucap Anies, Indonesia mampu menjadi inspirasi bagi bangsa-bangsa yang belum merdeka saat itu untuk bebas dari belenggu penjajahan.

Dia juga menyebut, gagasan dan perjuangan telah membuat Indonesia menjadi rujukan bangsa-bangsa di Asia dan di Afrika.

"Dunia terpesona pada Indonesia bukan saja karena keindahan alamnya, tapi juga karena deretan orang-orang terdidiknya yang berani mengusung ide-ide terobosan dengan ditopang pilar moral dan intelektual," jelas dia.

Upacara Peringatan Hardiknas 2015 yang jatuh hari ini diikuti para pelajar, pegawai di lingkungan Kemendikbud, guru sekolah, dan puluhan guru alumni pengerahan tenaga mahasiswa (PTM) yang pada tahun 1950-an mengajar ke berbagai pelosok daerah. ‎(Sun)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya