CEO British Petroleum: Harga Minyak Tak Bakal Naik

British Petroleum telah bertransformasi secara utuh sejak minyak Deepwater Horizon oil tumpah di Teluk Mexico lima tahun lalu.

oleh Siska Amelie F DeilDiterbitkan 22 April 2015, 11:56 WIB
Ilustrasi Tambang Minyak 2 (Liputan6.com/M.Iqbal)

Liputan6.com, New York - Harga minyak telah anjlok hingga sekitar 50 persen sejak pertengahan Juni tahun lalu. CEO British Petroleum Bob Dudley mengatakan, harga minyak yang lebih murah akan bertahan dalam jangka waktu cukup lama. Menurutnya, perusahaan-perusahaan energi harus belajar menyesuaikan diri dengan realitas yang ada.

"Saya yakin industri migas harus bersiap menghadapi harga minyak yang lebih murah dalam jangka waktu lebih panjang," ujar Dudley seperti dikutip dari laman CNBC, Rabu (24/3/2015).

Meskipun ada pemulihan harga minyak dalam beberapa sesi terakhir, harga minyak global kini berada di level yang lebih rendah 40 persen dibandingkan setahun sebelumnya. Pada perdagangan Selasa kemarin, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) bahkan menurun hampir dua persen di harga US$ 55,26 per barel.

Bagi Dudley, harga minyak dapat tetap rendah hingga beberapa tahun ke depan. Dia yakin, AS akan tetap meningkatkan produksi minyaknya bahkan saat sejumlah perusahaan minyak lain mengurangi jumlah pengeboran aktifnya.

Menurutnya, perusahaan minyak harus menghitung seberapa menguntungkan operasinya di tengah harga minyak dunia yang rendah saat ini. Terlebih lagi saat ini, regulasi pengeboran minyak sangat ketat.

"Saya yakin industri minyak akan mampu melalui masa harga murah seperti sekarang," kata Dudley.

British Petroleum telah bertransformasi secara utuh sejak minyak Deepwater Horizon oil tumpah di Teluk Mexico lima tahun lalu. Standar di area tersebut diperketat, sejak bencana itu terjadi.

Dia mengatakan, industri minyak harus mengubah praktek pengeborannya guna menyesuaikan diri dengan pengembangan global. (Sis/Gdn)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya