Liputan6.com, Denpasar - Kepercayaan diri menjadi modal utama bagi Indonesia untuk memiliki wibawa di hadapan bangsa lain. Karena Indonesia pernah membuktikan hal itu dengan kekuatan yang dimilikinya.
Hal itu diutarakan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat membuka Kongres IV PDIP di Inna Grand Bali Beach Hotel, Sanur, Bali, Kamis (9/4/2015).
"Kita tidak boleh merasa minder dengan negara adidaya sekalipun. Lihatlah peristiwa 10 November 1945. Lihat juga catatan sejarah ketika angkatan perang Indonesia menjadi terkuat di belahan bumi selatan khatulistiwa pada periode 1960-an," ujar Megawati.
Megawati menuturkan, Indonesia pernah dihargai oleh negara lain lantaran berhasil mengubah tatanan dunia. Saat itu, kata dia, tepatnya pada 18-24 April 1955 Presiden Sukarno mencetuskan Konferensi Asia-Afrika yang menghasilkan Dasasila Bandung.
"Dasasila Bandung membangunkan kesadaran baru bagi bangsa-bangsa Asia, Afrika, dan Amerika Latin untuk mendapatkan hak hidup sebagai bangsa merdeka," ujar dia.
Namun, masalah dihadapi oleh negara-negara yang baru merdeka tersebut. Kala itu, negara-negara itu dihadapkan pada tantangan baru yakni berupa rivalitas dua blok besar, yakni Barat dan Timur. Indonesia pun kembali menjadi pelopor Gerakan Non Blok.
"Bangsa ini pernah mengukir sejarah gemilang dan berani menyuarakan suatu tatanan dunia baru," ucap Megawati.
Agar peran itu bisa kembali diraih Indonesia, Megawati berpesan kepada para pemimpin di Tanah Air. Mereka harus memiliki semangat juang yang tinggi tanpa terpengaruh oleh opini yang dipublikasikan.
Advertisement
"Inilah dasar-dasar kepemimpinan Indonesia. Kepemimpinan yang menyatu dengan rakyat, dan pada saat bersamaan, setia pada konstitusi. Kesetiaan pada konsitusi ini sifatnya mutlak," jelas Megawati.
Pemimpin, lanjut dia, harus menjalankan kewajiban konstitusionalnya tanpa menghitung akibatnya. Kepemimpinan seperti ini hanya akan muncul bila dia memahami sejarah bangsanya, memahami rakyatnya, dan darimana asal-usulnya.
"Dengan cara ini, kita akan menemukan bahwa kepercayaan diri menjadi modal utama," tukas Megawati Soekarnoputri. (Ali/Ans)