2 Tantangan Berat BPJS

Ada dua masalah kesehatan yang disebut bisa menjadi bencana di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)

oleh Fitri Syarifah diperbarui 06 Apr 2015, 14:03 WIB
Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi

Liputan6.com, Jakarta Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia mencatat dua masalah kesehatan yang disebut bisa menjadi bencana di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi mengatakan, dua masalah tersebut, masih banyaknya perokok aktif dan tingginya jumlah anak yang kegemukan.

"Banyak perokok aktif masih ditanggung BPJS. Dan sekarang, tren anak kegemukan semakin tinggi. Kedua masalah kesehatan ini menyebabkan risiko tinggi terkena penyakit degeneratif yang merugikan negara," katanya saat ditemui dalam acara Bincang Senator di Senayan City, Jakarta, ditulis Senin (6/4/2015).

Untuk itu, kata Tulus, pemerintah harus segera meningkatkan upaya pencegahan penyakit (promotif-preventif).

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan melaporkan, jumlah perokok aktif Indonesia masih terbesar sedunia, mencapai 60 juta jiwa lebih.

Sedangkan menurut penelitian terbaru dari Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME), sebuah organisasi riset global di Universitas Washington, menyebutkan jumlah pria perokok di Indonesia meningkat dan menempati peringkat kedua di dunia dengan 57 persen di bawah Timor Leste 61 persen. Di bawah Indonesia ada Laos (51,3 persen), China (45,1 persen) Kamboja (42,1 persen).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya