Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Agama akan mengetatkan pendaftaran haji dengan memprioritaskan umat Islam Indonesia yang belum pernah ke tanah suci. Wacana berhaji sekali seumur hidup dari Kementerian Agama itu pun mendapat dukungan dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
"Kita bisa terima itu (haji sekali seumur hidup)," ujar Ketua Umum PBNU Said Agil Siraj di kantornya, Jakarta, Kamis (26/3/201).
Menurut Said, dukungan berhaji sekali seumur hidup itu bukan tanpa alasan. Sebab, "memang kewajiban haji semumur hidup hanya sekali."
Selain itu, sambung Said, ada faktor lain yang menyebabkan organisasi Islam terbesar di Tanah Air ini mengeluarkan dukungannya. Ia melihat kondisi Mekah dan Mina sudah tidak sanggup menampung jamaah haji yang datang tiap tahun dengan jumlah jutaan.
"Melihat keadaan Mekah yang semakin sempit dengan kedatangan jamaah haji yang jutaan, maka imbauan itu bisa kita terima. Mekah sudah tidak sanggup menampung lebih dari 3 juta jamaah, Mina juga," jelas Said.
Alasan lain, lanjut dia, yang jadi faktor pendukung penting adalah agar semua umat Islam punya kesempatan berhaji. "Berikan kesempatan pada suadara-suadara kita yang belum haji," pungkas Said. (Mut)
Advertisement