ISIS Bebaskan 19 dari 220 Sandera Warga Kristen Assyria

Pria, perempuan, dan anak-anak sebelumnya dibawa paksa ISIS dari sebuah desa yang terletak di tepian Sungai Khabur, dekat Kota Tal Tamr.

oleh Elin Yunita Kristanti diperbarui 02 Mar 2015, 12:03 WIB
Bendera ISIS. (www.youtube.com)

Liputan6.com, Damaskus - Kelompok militan ISIS membebaskan 19 dari sekitar 220 orang warga Kristen Assyria yang mereka culik di timur Laut Suriah. Kelompok monitoring Syrian Observatory for Human Rights mengatakan, informasi pembebasan berasal dari seorang komandan Assyria.

Sejumlah laporan menyebut, para sandera dipertukarkan dengan sejumlah uang.

Seperti dikutip dari BBC, Senin (2/3/2015), penculikan besar-besaran oleh ISIS terjadi sesaat setelah fajar menyingsing, 23 Februari 2015. Saat itu para militan bergentayangan di 13 desa.

Pria, perempuan, dan anak-anak dibawa paksa dari sebuah desa yang terletak di tepian Sungai Khabur, dekat Kota Tal Tamr.

Kabar pembebasan tersebut sedikit melegakan komunitas Assyria yang terguncang oleh insiden penculikan, meski mereka masih mengkhawatirkan nasib 200 korban lainnya.

Tokoh komunitas tersebut mengatakan, 16 pria dan 3 perempuan yang dibebaskan ISIS tiba dengan selamat Minggu 1 Maret kemarin di Gereja Perawan Maria di Kota Hassakeh. "Para sandera, yang kesemuanya dari Desa Tal Ghoran -- diangkut menggunakan bus dari Kota Shaddadeh yang berada di selatan Hassakeh," demikian dikabarkan BBC.

Sejumlah laporan menyebut, mereka yang dibebaskan berusia 50 tahun ke atas, mengindikasikan, usia punya andil dalam kebebasan mereka.

Sementara, organisasi Assyrian Human Rights Network mengatakan, sandera bebas setelah membayar sejumlah uang untuk ISIS.

Diperkirakan ada 40.000 warga Assyria yang tinggal di Suriah -- bersama populasi Kristen lainnya yang jumlah totalnya ada 1,2 juta -- sebelum perang saudara pecah di negeri itu pada 2011.

Assyria adalah salah satu komunitas Kristen tertua di dunia, yang mengalami tekanan hebat saat ISIS menguasai sejumlah wilayah di Suriah.

Sekitar 1.000 keluarga Assyria diyakini lari dari rumah mereka saat ISIS mulai menebar angkara mereka dengan melakukan penculikan masif. (Ein/Tnt)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya